Warga Lateng Tutup Aliran Limbah KBR

0
455

warga-tutupBANYUWANGI – Akibat limbah yang memenuhi wilayah jalur Lintas Timur (JLT), Kelurahan lateng, tak kunjung dikeruk oleh PT. Kertas Basuki Rahmat (KBR), warga sekitar pun geram. Sore kemarin (25/3) puluhan warga menutup sungai yang mengalirkan limbah KBR itu menggunakan berbagai macam benda.

Tindakan tersebut dilakukan warga karena pihak KBR tidak menepati janji. Sampai kemarin limbah tersebut masih tetap mengganggu lingkungan pesisir Kelurahan Lateng. Warga yang tidak sabar langsung membawa bermacam kayu, karung berisi pasir, dan bebatuan, untuk membendung aliran air yang mengandung limbah tersebut.

Abdul Rokib, 53, ketua RT 5 lingkungan setempat mengatakan, dirinya tidak bisa membendung lagi kekesalan warga. Menurutnya, warga sudah tak percaya dengan janji PT KBR yang katanya akan mengeruk limbah.

Sebab kenyataannya, limbah tersebut tidak berkurang sedikitpun. Malah pada malam hari limbah terus mengalir, sehingga semakin memperparah kondisi. Kita merasa disepelekan. Ada alat tapi tidak berfungsi. Kita tidak butuh kompensasi, tapi butuh dikeruk,” tegas Rokib.

Penutupan limba ini, menurut Rokib, adalah langkah awal warga. Jika pihak pabrik tidak merespons dan hanya memberikan janji-janji, wargn akan melakukan penutupan di aliran yang lebih besar. Menurut warga, saat ini endapan limbah KBR itu sudah mencapai ketinggian empat meter.

“Saya sudah capek mendengar keluhan warga. Kalau tidak ada tanggapan, akan kita cor yang di barat itu,” ancamnya. Penasihat Hukum PT. KBR, Joyo, belum bisa dikonfirmasi. Berulang kali ponselnya dihubungi, tidak diangkat.

Yang terdengar hanya nada sambung. Sementara itu, salah seorang sumber kuat di lingkungan KBR mengatakan, manajemen perusahaan sudah berupaya melakukan berbagai cara agar permasalahan tersebut segera teratasi.

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas

Mulai melakukan komunikasi dengan warga yang difasilitasi anggota DPRD hingga melakukan upaya teknis, seperti menyediakan alat sedot dan memaksimalkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sudah dilakukan.

“Kami memang menjanjikan dua minggu. Namun, ternyata alat sedot yang kami letakkan itu tidak mampu menyedot limbah,” jelas sumber yang tidak mau disebut namanya itu. Saat ini pihak KBR sedang mengupayakan pengerukan menggunakan alat berat.

Tanggal 30 Maret nanti KBR berjanji akan menuntaskan pengerukan tersebut. Selama ini pihaknya selalu diawasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) terkait IPAL yang ada. Menurut sumber kuat tersebut, pihak perusahaan telah bertekad mengupayakan yang tecepat dalam menangani limbah tersebut.

“Kemarin alat beratnya rencananya bisa dipakai, ternyata tidak bisa karena masih dipakai. Kita berjanji kepada masyarakat tanggal 30 Maret nanti kita selesaikan,” ujarnya. (radar)