Warga Miskin Tidak Bisa Operasi

0
492
Wagianto dengan kaki kanan masih tersambung dengan pen, kini menunggu waktu yang tepat untuk operasi.

Kartu BPJS Mati Karena Telat Bayar

PESANGGARAN – Kondisi Wagianto, 45, warga Dusun Krajan, RT/RW 3, Desa/Kecamatan Pesanggaran itu sejak tahun 2012 harus dibantu kruk untuk berjalan karena mengalami patah tulang pada kaki kanannya. Itu sejak kecelakaan yang menimpanya, hingga menyebabkan istrinya meninggal.

Loading...

Untuk penyembuhan kakinya yang patah tulang itu, Wagianto sebenarnya harus melakukan operasi lanjutan untuk mengambil pen. Tapi, operasi lanjutan itu belum bisa dilakukan karena keterbatasan biaya. “Tahun ini harusnya mencopot pen,” katanya.

Wagianto mengaku sebenarnya sudah memliki kartu BPJS dan rajin membayar iuran. Tapi sejak kecelakaan dan tidak bisa bekerja, tepatnya sejak setahun lalu, dia tidak memiliki uang untuk iuran BPJS.

“Setahun ini saya tidak pernah bayar BPJS sebesar Rp 25 ribu per bulan,” ujarnya. Gara-gara tidak membayar iuran itu, kartu BPJS untuknya mati dan tidak bisa digunakan. Sehingga, operasi pengangkatan pen di kakinya belum bisa dilakukan. “Karena BPJS mati, kata petugas kesehatan di Puskesmas tidak bisa dipakai,” terangnya.

Dengan kondisi kakinya yang belum membaik itu, bapak satu anak Itu tidak bisa menekuni pekerjaan sebagai petani. Yang dilakukan, sekarang hanya membantu saudara. “Saya hanya bantu- bantu saudara,” cetusnya.

Salah satu tetangga Wagianto, Alfan Mustakim mengatakan warga tengah membantu dengan melakukan penggalangan bantuan dari para tetangga dan dermawan. “Kita galang bantuan dari tetangga,” katanya. (radar)

loading...