Tak Kuat Bayar RS, Sutrisno Jual Rumah

0
622

GENTENG – Masih ingat dengan Sutrisno, warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, pemegang kartu BPJS yang masih dikenakan biaya hingga Rp 13 juta lebih saat anaknya dirawat di rumah sakit.  Bapak dua anak yang bekerja sebagai buruh itu, akhirnya menjual  rumahnya demi membayar biaya pengobatan  di rumah sakit.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Kasihan  sekali, rumahnya  sampai  dijual, saya dengar laku Rp 40 juta,” cetus Kepala Dusun  Maron, Desa Genteng  Kulon, Fathoni. Menurut Fatoni, Sutrisno itu salah satu warganya yang  kurang mampu. Untuk  membayar biaya  selama perawatan  anaknya di rumah sakit yang habis Rp 13 juta  itu sudah tidak mampu.

“Satu-satunya yang  dimiliki rumah dan dijual itu,” katanya. Para tetangga, terang dia, kini banyak yang iba. Jika rumah itu sudah dijual, keluarga itu akan tinggal di mana. Apalagi, salah satu anaknya masih  sekolah SD. “Anaknya itu masih kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Sutrisno saat dikonfirmasi mengakui telah menjual rumah untuk membayar biaya perawatan anaknya. “Sudah dibeli oleh orang Genteng,  saya juga sudah diberi uang muka,” katanya.  Nasib Sutrisno ini seperti jatuh tertimpa tangga.

Loading...

Putrinya, Rahimatuzzuhro, 22, akhirnya meninggal  setelah beberapa hari di rawat di rumah  sakit. Setelah ditinggal putri kesayangannya, biaya perawatan membengkak hingga harus menjual rumah. “Saya hanya bisa pasrah,” cetus  Feri Wahyu Ari, 28, menantu Sutrisno yang juga suami Rahimatuzzuhro.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2