Waspadai Longsor di Jalur Gumitir

0
165

waspadaKALIBARU – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda perbatasan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi menyebabkan tebing Gu mitir longsor di Kilometer 249+900 Senin sore lalu (18/3). Parahnya, longsoran tebing Gu nung Gumitir tersebut mema kan separo badan jalan. Sehingga, arus lalu-lintas dari arah Banyuwangi menuju Jem ber dan sebaliknya sempat an tre sepanjang satu kilometer le bih. Kontan, kondisi itu membuat warga sekitar tempat kejadian per kara (TKP) harus turun tangan menyingkirkan tanah yang menumpuk di jalan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bukan hanya itu, pengemudi kendaraan dari arah Jember me nuju Banyuwangi dan se ba lik nya yang terjebak macet sore itu juga harus turun tangan. Me reka bahu-membantu bersama war ga membersihkan jalan de ngan alat seadany Beruntung, sekitar satu jam ke mudian, tanah longsoran yang menumpuk di jalan terse but bisa dibersihkan. Arus lalu lintas pun kembali normal. “Mu lai dari Jember sampai Kalibaru hujan memang sa ngat lebat juga disertai angin kencang,” kata Nuri, seorang pengendara yang terjebak macet sore itu.

Sementara itu, Kanitlantas Ka libaru Ipda Yulianto menu turkan, Kilometer 249+900 me mang salah satu titik yang rawan longsor di musim hujan. Se lain itu, juga ada titik lain yang patut diwaspadai para pe ngemudi karena sering ter jadi longsor. Lokasi yang di maksud adalah Kilometer 237+000. “Setiap hujan deras, lo kasi tersebut memang sering longsor dan tanah longsoran menumpuk sampai ke tengah jalan,” tutur Yulianto. Untuk itu, Yulianto meng imbau para pengemudi agar selalu memperhatikan kondisi cuaca.

Bila mendung apalagi hujan der as, sebaiknya membatalkan niat bepergian. “Daripada nanti di tengah gunung terhambat longsor,” tuturnya. Selain ada dua titik yang rawan long sor di Gunung Gumitir, yang juga patut diwaspadai bagi para pengemudi saat musim hu jan adalah tikungan tajam di sepanjang jalur tersebut. Sa lah satu tikungan tajam yang selama ini sering terjadi ke celakaan lalu lintas adalah Ki lo meter 240. Terkait hal ini, Yulianto meng imbau agar pengemudi lebih ber hati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Sebab, sering kali kendaraan dari arah ber lawanan tak terlihat karena tertutup tikungan. Selain itu, polisi juga mengimbau agar para pengemudi ken daraan angkutan tak meng angkut barang melebihi tonase yang telah  itentukan DLLAJ Jawa Timur. Pihaknya me ngimbau agar sebelum melintasi Gunung Gumitir, ang kutan berat masuk ke Jembatan Tim bang di Kecamatan Kalibaru. “Karena biasanya kenda raan yang macet di tikungan kilometer 240 adalah angkutan berat,” tandasnya.

 Petugas Pos Lantas Kalibaru se lalu waspada selama 24 jam. Di musim hujan seperti saat ini,  ereka akan meningkatkan ke waspadaan. Mereka selalu siaga di Pos Lantas Kalibaru di barat Stasiun KA dan di Pos Jem batan Timbang Kalibaru. ”Petugas kita bagi di dua tempat. Sehingga, bila sewaktuwak tu ada kecelakaan atau long sor, bisa segera meluncur,” pungkasnya. (radar)

Loading...