Wing Kiri dan Tengah Bikin Lemah

0
347
BELUM PASTI BERANGKAT: Striker Persewangi Yusuf Efendi (kanan) berebut bola dengan pemain Persipro di leg pertama Piala Indonesia 28 Maret lalu.

SEMENTARA itu, penampilan Persewangi yang loyo dalam dua pertandingan, leg pertama Piala Indonesia dan Divisi Utama lalu, mendapat perhatian dari sejumlah pemerhati bola. Mereka menilai, grafik permainann Laskar Blambangan mengalami penurunan drastis. Pemain dinilai bermain tidak dalam perfoma terbaiknya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Salah satu kritikus bola Banyuwangi, Hari Wijaya, mengatakan ada sejumlah kelemahan dalam tim Persewangi. Ini tampak dalam dua pertandingan terakhir yang dijalani. Pemerhati bola asal Genteng itu melihat setidaknya sektor kiri menjadi kelemahan yang cukup tampak. Alur serangan lewat lini ini nyaris tidak terlihat sepanjang pertandingan. “Wing kiri dalam dua  pertandingan ini kurang greng,” katanya.

Selain itu, akurasi passing pemain juga menjadi persoalan tersendiri. Kesalahan mendasar ini tampak jelas dan tentu saja merugikan tim. Situasi inilah yang kemudian menjadi kerugian terutama saat Persewangi dalam posisi menekan lawan.

Dan, yang perlu mendapat pembenahan serius adalah lini tengah. Suplai dari lini vital ini nyaris tidak ada. Pemain di sektor ini kerap berlama-lama memainkan bola. Umpan terobosan dan shoting ke gawang pun nyaris tidak tampak sepanjang pertandingan. (radar)