Wow, Tas Kulit Ular dari Banyuwangi Tembus Pasar Asia dan Eropa

0
1005
Foto: merdeka

BANYUWANGI – Ular mungkin dianggap satwa yang menakutkan, namun bagi sebagian orang justru memiliki nilai estetis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi aksesoris mewah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti yang dilakukan oleh Muhamad Rofiq. Di tangan warga Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi tersebut, kulit ular diolah menjadi produk fashion berkelas seperti tas dan dompet yang bernilai tinggi. Bahkan, karyanya sudah menembus pasar Asia dan Eropa.

Dilansir dari merdekacom, Rofiq merintis usaha kulit reptil ini berawal saat dia tinggal di Bali pada tahun 2009. Saat itu, dia membuat kerajinan tas dari kulit lembu, domba, dan kambing. Baru di tahun 2010, dia mulai mencoba menggunakan kulit ular.

“Di tahun 2010 itu juga, saya bertemu pak Anas dan secara spontan saya di ajak untuk membuka usaha di kampung halaman saya, Banyuwangi,” kata Rofiq.

Foto: merdeka

Ajakan Bupati Anas itu pun terus mengiang di telinga Rofiq. Akhirnya pada 2013, dia mantap memindahkan usahanya ke Banyuwangi. Selain memang kangen pulang kampung, dirinya juga ingin membuka lapangan kerja untuk orang-orang Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last