Kemenristekdikti Apresiasi Produk Pusat lnkubitek Untag Banyuwangi

0
161
Tim Kemenristekdik ti menunjukan produk dari Inkubitek Untag Banyuwangi di ruko jalan Agus Salim kampus Untag Banyuwangi pagi kemarin (21-7).

BANYUWANGI – Kampus Untag 1945 Banyuwangi mendapat perhatian khusus dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Setelah ditunjuk pemerintah sebagai pusat studi Pancasila dan kebijakan, perguruan tinggi yang dipimpin Drs. Andang Subaharianto, MHum itu kini melejit lewat pengembangan lembaga Inkubator Bisnis Teknologi (Inkubitek).

Sebelas orang dari tim Kemenristekdikti kemarin (20/7) datang ke kampus yang beralamat di Jalan Adi Sucipto Banyuwangi tersebut. Kehadiran para pejabat Kemenristekdikti mendapat sambutan hangat dari pihak kampus.

Mereka terlibat diskusi hangat seputar pengembangan lembaga inkubator bisnis teknologi (Inknbitek). Tim Kemenristekdikti juga mengapresiasi produk-produk yang telah dihasilkan dari lnkubitek Untag Banyuwangi.

“Kami berharap kehadiran Inkubitek bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami menyambut positif dengan keberadaan lnkubitek Untag 1945 Banyuwangi,” ujar Kepala Subdirektorat Lembaga Inkubator dan intermediasi Teknologi Kemenristekdikti, Yani Sofyan.

Inkubator merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas dan pengembangan usaha, baik manajemen maupun teknologi bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kehadiran lembaga ini untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha serta pengembangan produk baru agar dapat berkembang menjadi wirausaha yang tangguh.

“Produk-produk baru lnkubitek bisa memiliki daya saing dalam jangka waktu tertentu,” imbuh Yani. Selama diskusi, tim Kemenristekdikti didampingi Dr Herdiana Dyah Susanti selaku Wakil Rektor 3 Bidang Penelitian, Pengabdian, Kelembagaan dan Kerjasama dan Dian A. Pradana, M. Pd. selaku kepala lnkubitek Untag 1945 Banyuwangi.

Mereka juga membahas kinerja serta tata kelola sistem Inkubitek agar sesuai dengan target yang diharapkan. Inkubitek berada di bawah Untag 1945 Banyuwangi. Sejak 2015 Kemenristeksikti untuk menginkubasi tenant.

Tahun 2016, Inkubitek Untag Banyuwangi hanya mendapatkan satu hibah pendanaan “Berkat keras semua pihak, Untag berhasil mendapakan empat hibah pendanaan yang nilainya mencapai 1,2 miliar pada skema Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) dan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT),” jelas Dr. Herdiana Dyah Susanti, Wakil Rektor III Untag Banyuwangi mewakili Rektor, Drs. Andang Subaharianto, MHum.

Diungkapkan, saat ini Untag Banyuwangi memiliki empat produk yang sudah tersedia di lnkubitek di ruko jalan Agus Salim. Produk tersebut antara lain Temulawak celup, Pupuk bio naga 45, Susu kambing   ettawa dengan tiga varian rasa, dan ekstrak daun kelor untuk obat herbal berbagai penyakit.

“Kami juga akan menambah jumlah tenant. Serta mendampingi mulai dari awal produksi sampai sistem pemasarannya. Agar dapat mencapai target yang diinginkan,” tandasnya. Lebih jauh Herdiana menjelaskan, Inkubitek Untag Banyuwangi bertujuan untuk merangsang  industri-industri usaha baru khususnya di bidang teknologi.

“Inkubitek memang sudah lama dikembangkan di perguruan tinggi. Tapi kita ingin meningkatkan kegiatan tersebut agar berguna untuk masyarakat,” ungkapnya. Kepala Subdirektorat Lembaga lnkubator dan Intermediasi Teknologi ,Yani Sofyan menjelaskan kehadirannya ke Banyuwangi merupakan rangkain dari kegiatan sebelumnya.

Dimana Inkubitek Untag Banyuwangi meraih prestasi ke-6 terbaik pada kompetisi kelembagaan Inkubator se-Indonesia. Pihaknya berharap, Inkubitek Untag Banyuwangi bisa bersinergi dengan pemerintah daerah.

Tujuannya untuk mengawal dan membina startup wirausaha di luar lnkubitek. Dengan demikian, lanjut Yani, produk-produk yang dihasilkan oleh lnkubitek memliki inovasi. “Kehadiran produk baru tersebut bisa laku luas di pasaran. Masyarakat bisa mendapatkan layanan di lnkubitek. Sebab, kehadiran inkubitek ini untuk consultant branding, consultant marketing, business coaching dan mentoring,” jelas Yani.

lnkubitek Untag Banyuwangi juga dapat mengembangkan semua jenis produknya. Seperti hasil produk dari inkubitek Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Nata de Coco yang saat ini sudah laku keras di pasaran.

“Salah satu produk itu sudah menjadi success story. Dan saya harapkan Inkubitek Untag Banyuwangi juga bisa seperti itu,” tandasnya. (radar)

Loading...