103 Kali Donor Darah, Irianto Raih Penghargaan dari Presiden Jokowi

0
344


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Oktober Dapat Hadiah Umrah ke Tanah Suci

RUMAH yang berada paling pojok Jalan Medan Kamulan merupakan tempat kediaman Irianto. Sore itu, Irianto sedang  libur kerja. Untuk mengisi waktu senggangnya itu, karyawan PDAM ini menyempatkan untuk membersihkan halaman rumahnya.

Sapu lidi dan cikrak menjadi temannya beraktivitas. Tidak lama, dia pun kemudian menyelesaikan pekerjaannya itu. Di dalam rumah sang istri rupanya  sedang menjalankan salat asyar. Di rumah sederhananya itu,  Irianto masih diliputi rasa lelah.

Pasalnya, dia baru saja pulang dari Jakarta. Bukan urusan dinas, tetapi mendapat undangan istimewa dari Presiden RI, Joko Widodo  (Jokowi). Tanggal 19 Februari lalu, dia  menyempatkan diri memenuhi undangan orang nomor satu di  Indonesia tersebut.

Bagi Irianto penghargaan ini tergolong spesial karena merupakan anugerah yang tak terkira dalam hidupnya. Oleh-oleh bertemu Jokowi pun dibawanya. Sebuah piagam yang bertuliskan namanya dengan emblem Satyalancana Kebaktian Sosial menjadi hiasan di atasnya.

Di bawahnya ada tanda tangan  Jokowi berikut stempel Kepresidenan. Penghargaan itu diperoleh Irianto karena rajin mendonorkan darah secara sukarela. Bukan sekadar donor, mereka yang dipanggil  minimal sudah mendonorkan darahnya lebih dari 100 kali.

“Saya sudah 103 kali donor makanya diundang langsung ke sana (Jakarta),” ungkap bapak tiga anak tersebut. Bukan ini kali saja Irianto dipanggil  untuk menerima tanda jasa atas  kepedulian mendonorkan darah. Tahun 2012 silam, dia juga pernah dipanggil Gubernur Jatim Soekarwo.

Dia menerima reward atas kepeduliannya menyum bangkan darahnya sebanyak 75 kali. Bukti keikutsertaan donor yang  dimiliki Irianto pun cukup lengkap. Sebuah catatan kecil dikeluarkan dari plastik yang  membungkusnya. Kertasnya  bahkan boleh dibilang sudah usang dan rapuh.

Di sana tertulis kali  pertama donor sukarela yang  dilaksanakannya pada tahun 1986. Suami dari Eniwati ini pun masih  cukup jelas menjelaskan bagaimana  dia mendonorkan darahnya. Ceritanya, saat itu ada temannya yang tengah menjalani operasi  dan butuh darah karena golongan  darahnya sama, otomatis Irianto pun mendonorkan darahnya untuk  kali pertama.

Entah kenapa dari pengalaman pertama itu, Irianto seakan cocok untuk senantiasa mendonorkan  darahnya. Dia pun rutin melakukan pendonoran. Tak dinyana donor menjadi sebuah kewajiban yang harus ditunaikan. Tidak sekadar  menolong sesama, manfaat bagi kesehatan sangat terasa sekali.

Cerita Irianto, dirinya merupakan orang yang memiliki potensi darah tinggi (hipertensi). Rutinitas dalam mendonorkan darah ini membuat penyakit tersebut tidak dirasakannya lagi. “Alhamdulillah  saya jarang sakit dan darah tinggi tidak ada lagi,” ujarnya.

Ketelatenan Irianto dalam menyumbangkan darah kini membuahkan hasil. Selain mendapat penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial dari presiden. Karyawan PDAM Wongsorejo ini juga mendapat hadiah spesial. Hadiahnya adalah umrah bareng Presiden.

Ibadah ke Tanah Suci ini dijadwalkan akan dilaksanakan  pada Bulan Oktober mendatang. Irianto tidak sendiri. Dia akan bersama dengan pendonor yang mendapat reward sama dengan dirinya di wilayah Jatim. Jumlah-  nya mencapai 334 orang. Dan  secara nasional jumlahnya 886 orang.

Jumlah itu pun berpotensi  bertambah. Sebab Irianto berencana membawa sang istri ke  Tanah Suci meski dengan biaya sendiri. Dengan reward ini, Irianto  pun bertekad tetap akan mendonorkan darahnya. Beberapa kegiatan sosial terutama donor  darah selalu diikutinya.

Dan spirit membantu sesama ini juga coba ditularkan kepada  ketiga anaknya. Perlahan namun  pasti anaknya nomor dua kini  sudah mencapai 20 kali donor.  Sedangkan nomor satu dan tiga  belum berpikiran untuk ke sana.  Termasuk sang istri belum bisa  berbagi darah setelah tekanan  darahnya selalu rendah. (radar)

Loading...