2.106 Orang Menari Gandrung Bersama

0
639

2106BANYUWANGI – Perhelatan tari kolosal Paju Gandrung Sewu semakin meneguhkan predikat Banyuwangi sebagai Kota Gandrung. Betapa tidak, sedikitnya 1.053 pasang penari (2.106 orang) menari gandrung masal di hamparan pasir landai nan memesona di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, sore kemarin (23/11). Bukan itu saja, pergelaran tari kali ini juga dilengkapi fragmen dan wiyogo yang ditampilkan 161 orang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Ribuan penari gandrung tersebut berasal dari seantero Banyuwangi. Rinciannya, 10 persen performer merupakan pelajar tingkat SD, 40 persen dari kalangan pelajar tingkat SMP, 40 persen kalangan pelajar SMA, dan 10 persen mahasiswa. Kalangan pelajar dan mahasiswa dipilih menjadi talent dalam event akbar tersebut sebagai upaya pelestarian kesenian gandrung yang telah menjadi ikon Banyuwangi.

Keterlibatan masyarakat dalam ajang tersebut memang sangat tinggi. Para anggota Patih Senawangi (Paguyuban Pelatih Tari dan Seniman Banyuwangi) berperan aktif mencari dan melatih calon talent Parade Gandrung Sewu. Pakar tari Banyuwangi, Sumitro Hadi, didaulat sebagai koreografer, sedangkan ide dicetuskan Budianto yang sekaligus berperan sebagai penanggung jawab kegiatan Paju Gandrung Sewu tersebut. Anggota Paguyuban Jebeng Thulik yang merupakan duta wisata dan duta budaya Banyuwangi juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Meriahnya Tradisi Endog-endogan Banyuwangi, Arak Ribuan Telur dari 5 Penjuru