sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebanyak 200 unit becak listrik (belis) resmi disalurkan kepada para pengayuh becak di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1).
Bantuan becak gratis tersebut mendapat sambutan hangat dari para penerima manfaat.
Kini, para pembecak tak lagi harus menggenjot pedal secara manual. Cukup menekan starter, becak listrik sudah bisa melaju di jalan.
Ratusan becak listrik itu merupakan bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Penyerahan dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban kerja para tukang becak sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Wakil Ketua GSN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa bantuan becak listrik tersebut tidak bersumber dari anggaran negara. Seluruh pembiayaan berasal dari inisiatif pribadi Presiden Prabowo.
“Becak listrik gratis ini tidak ada urusan dengan APBN. Ini murni dari Pak Presiden Prabowo secara pribadi melalui GSN,” ujar Nanik.
Nanik berharap, penggunaan becak listrik dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan para pembecak.
Dengan bantuan motor listrik, pembecak tidak lagi kelelahan mengayuh, sehingga dapat bekerja lebih lama dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Nanti para pembecak bisa mendapatkan penghasilan tiga sampai empat kali lipat dari sebelumnya. Yang jelas, tidak perlu capek mengayuh lagi,” katanya.
Untuk memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, GSN juga menyiapkan dukungan teknis berupa teknisi khusus yang akan membantu perawatan dan perbaikan becak listrik.
“GSN akan punya teknisi untuk membantu perbaikan becak listrik agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Pada tahap awal, GSN menyalurkan 200 unit becak listrik dengan prioritas penerima adalah tukang becak lanjut usia (lansia) di Banyuwangi.
Ke depan, penyaluran becak listrik akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Page 2
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang tepat sasaran, seperti bantuan becak listrik yang diberikan kepada masyarakat yang memang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak.
“Kebijakan yang baik bukan yang paling mahal, tetapi yang tepat sasaran. Yang hadir bukan hanya janji, tapi solusi yang berdampak,” tegasnya.
Ipuk menambahkan, becak listrik juga berpotensi mendukung sektor pariwisata Banyuwangi, selain sebagai angkutan umum. Karena itu, ia meminta agar becak listrik dijaga kebersihan dan kondisinya.
“Becak listrik ini bukan hanya untuk transportasi umum, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata,” katanya.
Ia juga menyinggung program Pemkab Banyuwangi yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum setiap hari Jumat.
“Kami punya program setiap hari Jumat ASN menggunakan transportasi umum. Becak listrik ini bisa menjadi salah satu alternatif,” ujar Ipuk.
Salah satu penerima bantuan, Buang (87), tukang becak asal Desa Bimo, Kecamatan Blimbingsari, mengaku sangat bersyukur atas bantuan becak listrik yang diterimanya.
“Saya sangat berterima kasih atas hadiah becak listrik ini. Semoga bisa bermanfaat untuk bekerja,” ujar Buang dengan wajah sumringah. (ray/aif)
Page 3
“Saat ini kami serahkan 200 becak listrik, kebanyakan kita utamakan untuk lansia. Ke depannya akan dilakukan secara berkala,” ujar Nanik.
Ia menegaskan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian langsung Presiden Prabowo terhadap para tukang becak yang selama ini kerap beliau lihat berjuang di jalanan.
“Becak listrik ini adalah keinginan Pak Prabowo untuk membantu pembecak. Beliau sering melihat tukang becak di jalanan. Dengan bantuan ini, tukang becak tidak perlu ngontel lagi,” ungkapnya.
Nanik juga mengingatkan agar becak listrik yang diterima tidak diperjualbelikan.
Mengingat nilai setiap unit becak listrik mencapai Rp 22 juta, bantuan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Becak listrik ini seharga Rp 22 juta dan dibagikan secara gratis. Tolong yang menerima tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandini mengapresiasi bantuan tersebut dan berharap dampaknya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya para pembecak.
“Mudah-mudahan hadiah becak listrik dari Presiden Prabowo ini bisa berdampak secara sosial dan meningkatkan pendapatan para pembecak,” ujarnya.
Ipuk menyebut becak sebagai simbol ketangguhan ekonomi rakyat kecil yang telah lama menjadi bagian dari denyut perekonomian Banyuwangi.
“Becak adalah simbol dari kerja keras, kesabaran, dan ketangguhan ekonomi rakyat kecil,” katanya.
Menurut Ipuk, kehadiran becak listrik diharapkan tetap menempatkan manusia sebagai subjek utama, bukan sekadar menggantikan peran manusia dengan mesin.
“Mudah-mudahan becak listrik hadir bukan menggantikan manusia dengan mesin, tapi bisa membantu memanusiakan manusia,” ujarnya.
Selain itu, becak listrik juga dinilai sebagai bagian dari langkah menuju transportasi ramah lingkungan.
Dengan emisi yang lebih rendah, becak listrik menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Becak listrik ini menjadi pintu masuk teknologi yang inklusif. Insya-Allah rendah emisi dan menjadi salah satu usaha kita menjaga bumi,” imbuh Ipuk.








