sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebanyak 200 unit becak listrik atau Electric Pedicab bantuan Presiden Prabowo Subianto tiba di Banyuwangi, Minggu (12/1).
Bantuan tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan kesejahteraan pembecak lanjut usia (lansia) yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik dengan mengayuh becak secara manual.
Ratusan unit becak listrik tersebut saat ini disimpan sementara di Gedung Korpri Banyuwangi, sembari menunggu jadwal penyerahan simbolis kepada para penerima.
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kelompok pekerja informal yang rentan, khususnya pembecak berusia lanjut.
Total 300 Unit, 200 Tiba Lebih Dulu
Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Chandra Mahardika (41), mengatakan bahwa 200 unit becak listrik telah tiba di Banyuwangi.
Sebelumnya, sebanyak 100 unit telah lebih dulu datang sekitar dua minggu lalu.
“Hari ini sudah hadir 200 unit. Dua minggu sebelumnya sudah datang 100 unit. Selanjutnya akan dilakukan setting terlebih dahulu oleh PT Pindad sebelum dibagikan ke penerima,” ujar Chandra.
Menurutnya, proses pengecekan dan penyesuaian teknis dilakukan agar seluruh unit benar-benar siap digunakan saat diserahkan kepada pembecak.
Produksi PT Pindad, Jangkauan Hingga 45 Kilometer
Chandra menjelaskan, seluruh becak listrik tersebut diproduksi oleh PT Pindad, Bandung.
Setiap unit Electric Pedicab memiliki nilai sekitar Rp 22 juta dan telah dilengkapi dengan berbagai fitur penunjang keselamatan dan kenyamanan.
“Setiap unit sudah dilengkapi rem cakram dan baterai dengan daya jelajah hingga 45 kilometer dalam kondisi penuh,” jelasnya.
Pengisian daya baterai membutuhkan waktu sekitar delapan jam dan dapat menggunakan listrik rumah tangga.
Dengan sistem tersebut, becak listrik dinilai jauh lebih hemat dibandingkan becak bermotor berbahan bakar bensin.
“Kalau baterai penuh, jarak tempuhnya bisa sampai 45 kilometer. Harusnya jauh lebih irit dibandingkan bensin,” tambah pria asal Semarang itu.
Page 2
Penyaluran becak listrik di Banyuwangi akan diprioritaskan untuk pembecak berusia di atas 55 tahun.
Dari total penerima, sekitar 20 orang berada di rentang usia 55–60 tahun, sedangkan sisanya berusia di atas 60 tahun.
“Target kami memang pembecak lansia yang masih mengayuh becak secara manual. Ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban kerja mereka,” imbuh Chandra.
Dengan bantuan ini, diharapkan para pembecak lansia tetap dapat bekerja secara produktif tanpa harus mengandalkan tenaga fisik yang berat.
GSN saat ini telah mengantongi sekitar 100 nama calon penerima dari data internal yayasan.
Sementara itu, 100 data tambahan lainnya diperoleh dari tim lapangan dan masih dalam tahap verifikasi.
“Kami kroscek betul agar penerima benar-benar tukang becak. Nantinya juga akan disesuaikan dengan data dari kabupaten,” ujarnya.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh pembecak yang benar-benar membutuhkan.
Dibagikan Bulan Ini, Dilengkapi Garansi dan Pelatihan
Rencananya, seluruh becak listrik tersebut akan dibagikan pada bulan ini. Untuk perawatan, GSN memastikan bantuan ini tidak akan memberatkan penerima.
Setiap unit Electric Pedicab mendapatkan garansi selama satu tahun.
Selain itu, GSN juga menyiapkan pelatihan dan pendampingan bagi para pembecak penerima bantuan.
“Nanti akan ada pelatihan dan tutor dari kami agar pembecak bisa mengoperasikan dan merawat becak listrik dengan baik,” terang Chandra.
Target Nasional 70 Ribu Unit
Program becak listrik ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan GSN, yang difokuskan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dalam skala nasional, GSN menargetkan penyaluran hingga 70 ribu unit becak listrik dalam waktu dua tahun ke depan.
“Harapannya, bantuan ini benar-benar membantu pembecak lansia agar tetap produktif dengan kondisi kerja yang lebih manusiawi. Program ini bukan dari APBN, tapi murni dari Pak Prabowo,” pungkas Chandra. (fre)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebanyak 200 unit becak listrik atau Electric Pedicab bantuan Presiden Prabowo Subianto tiba di Banyuwangi, Minggu (12/1).
Bantuan tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan kesejahteraan pembecak lanjut usia (lansia) yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik dengan mengayuh becak secara manual.
Ratusan unit becak listrik tersebut saat ini disimpan sementara di Gedung Korpri Banyuwangi, sembari menunggu jadwal penyerahan simbolis kepada para penerima.
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kelompok pekerja informal yang rentan, khususnya pembecak berusia lanjut.
Total 300 Unit, 200 Tiba Lebih Dulu
Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Chandra Mahardika (41), mengatakan bahwa 200 unit becak listrik telah tiba di Banyuwangi.
Sebelumnya, sebanyak 100 unit telah lebih dulu datang sekitar dua minggu lalu.
“Hari ini sudah hadir 200 unit. Dua minggu sebelumnya sudah datang 100 unit. Selanjutnya akan dilakukan setting terlebih dahulu oleh PT Pindad sebelum dibagikan ke penerima,” ujar Chandra.
Menurutnya, proses pengecekan dan penyesuaian teknis dilakukan agar seluruh unit benar-benar siap digunakan saat diserahkan kepada pembecak.
Produksi PT Pindad, Jangkauan Hingga 45 Kilometer
Chandra menjelaskan, seluruh becak listrik tersebut diproduksi oleh PT Pindad, Bandung.
Setiap unit Electric Pedicab memiliki nilai sekitar Rp 22 juta dan telah dilengkapi dengan berbagai fitur penunjang keselamatan dan kenyamanan.
“Setiap unit sudah dilengkapi rem cakram dan baterai dengan daya jelajah hingga 45 kilometer dalam kondisi penuh,” jelasnya.
Pengisian daya baterai membutuhkan waktu sekitar delapan jam dan dapat menggunakan listrik rumah tangga.
Dengan sistem tersebut, becak listrik dinilai jauh lebih hemat dibandingkan becak bermotor berbahan bakar bensin.
“Kalau baterai penuh, jarak tempuhnya bisa sampai 45 kilometer. Harusnya jauh lebih irit dibandingkan bensin,” tambah pria asal Semarang itu.








