Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

3 Pantai di Banyuwangi Sedot 55 Ribu Wisatawan Saat Nataru

3-pantai-di-banyuwangi-sedot-55-ribu-wisatawan-saat-nataru
3 Pantai di Banyuwangi Sedot 55 Ribu Wisatawan Saat Nataru

detik.com

Banyuwangi

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Puluhan ribu wisatawan memadati sejumlah destinasi unggulan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, tren kenaikan kunjungan yang signifikan. Pantai Pulau Merah, Pantai Mustika, hingga Pantai Cemara Konservasi menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman mengatakan, wilayah selatan Banyuwangi tetap menjadi primadona selama libur Nataru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jumlah kunjungan di wilayah Kecamatan Pesanggaran sangat luar biasa. Berdasarkan data yang masuk, total wisatawan di tiga destinasi utama saja sudah menembus angka 55.169 orang,” katanya, Rabu (14/1/2026).

Ia merinci, Pantai Pulau Merah atau Red Island mencatat kunjungan tertinggi dengan 43.573 wisatawan. Pantai Mustika dikunjungi 7.486 wisatawan, sedangkan Pantai Cemara Konservasi sebanyak 4.110 wisatawan.

“Angka 55 ribu ini baru dari tiga pantai tersebut. Jumlah total dipastikan lebih besar karena belum termasuk data kunjungan dari Pantai Gumuk Kancil yang juga ramai selama libur Nataru 2026,” imbuhnya.

Sementara itu, total kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2026 di Banyuwangi tercatat mencapai 266.118 orang.

Kenaikan kunjungan juga didorong munculnya destinasi baru yang viral, salah satunya Pulau Bedil. Pulau ini kian dikenal sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” karena gugusan karang serta kejernihan air lautnya.

Keberadaan Pulau Bedil dinilai menjadi magnet tambahan yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Desa Sumberagung.

Kenyamanan wisatawan juga didukung oleh lingkungan yang bersih dan fasilitas yang memadai. Hal ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Salah satu kontribusi datang dari operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu, PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut menyalurkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR untuk mendukung kawasan wisata.

Dukungan PT BSI di Pantai Mustika dan sekitarnya diwujudkan melalui pembangunan gazebo, perbaikan infrastruktur, serta fasilitas pendukung seperti toilet dan musala.

“Kolaborasi antara pengelola wisata, masyarakat, dan dukungan dari pelaku investasi sangat penting. Dengan fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang nyaman, wisatawan akan memiliki pengalaman yang berkesan di Banyuwangi,” cetus Taufik.

20D

(auh/hil)