35 Sarjana Mengajar di Pelosok Desa

0
843
Para sarjana-sarjana muda saat pembekalan sebelum dikirim ke pelosok. (Foto: bali.tribunnews.com)

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mengirim sarjana-sarjana yang masih muda dengan kualifikasi tertentu, ke desa-desa dalam program ”Banyuwangi Mengajar”.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Program ini telah memasuki tahun ketiga. Tahun ini, sebanyak 35 sarjana terjun membagikan ilmunya kepada anak-anak di desa yang secara geografis sulit untuk dijangkau.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, program ini mengajak lulusan perguruan tinggi untuk mengabdikan ilmunya dengan mengajar anak-anak pedesaan.

”Kami menyadari desa terutama yang secara geografis sulit dijangkau, bukan hanya butuh transfer dana, tapi juga butuh inspirasi dan injeksi semangat. Kehadiran sarjana-sarjana muda diharapkan menyemangati dan memberi inspirasi baru bagi anak-anak di desa agar terus terpacu belajar giat,” ujar Anas, Kamis (17/8/2017).

Di sisi yang lain, sambung Anas, program ini juga memberi pengalaman luar biasa bagi anak-anak muda yang ditugaskan ke desa. Selama durasi program, mereka wajib tinggal di desa pengabdian. Dengan cara ini mereka bisa mendedikasikan ilmunya tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga masyarakat setempat.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last