600 Guru SD Tunggu Giliran Diklat K-13

0
206

600BANYUWANGI – Setelah buku-buku pendukung kurikulum 2013 tiba, yang disiapkan berikutnya adalah guru sekolah sebagai penyalur materi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Dwi Yanto, melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Suratno menjelaskan, saat ini pihaknya melalui sekolah-sekolah mulai menyisir para guru agar mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) kurikulum 2013 (K13).Sebagai solusi, Suratno menyarankan agar setiap sekolah melakukan inisiasi dengan cara membuat bimtek K13 di internal sekolah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Guru yang telah mengikuti diklat K13 di P4TK Malang, kata dia, dapat menjadi pemateri bagi guru lain. Menurut Suratno, beberapa guru sekolah dasar (SD) sedang mengikuti diklat di sekolah masing-masing kemarin. Selanjutnya, guru SMP, SMA, dan SMK, yang akan melakukan diklat. “Yang jelas, secara substansi guru harus bisa melakukan pelayanan yang ter baik untuk anak didik,” jelas Suratno. Sementara itu, jumlah guru SD yang belum mengikuti diklat K13 masih sekitar 600 orang. 

Dari sekian jumlah guru yang belum ikut diklat, baru sekitar 450 guru yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Salah satu syarat mengikuti diklat adalah memiliki NUPTK. Guru yang belum memiliki NUPTK disarankan segera membuat.Terkait pembuatan NUPTK, menurut Suratno, guru harus mendaftar dibantu Bagian Kepegawaian Dispendik. NUPTK berfungsi sebagai bukti bahwa guru yang bersangkutan sudah terdaftar dalam database Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (radar)

Loading...