Adaptasi Kuliner Lokal, Terkesan dengan Magis

0
495
LINCAH: Aksi Jin Jun (merah) saat membela Persewangi.
Jin Jun adalah satu dari tiga pemain asing Persewangi di pentas Divisi Utama PSSI musim ini. Pemain asal Korea Selatan itu menjadi bagian penting bagi Persewangi. Meski garang di lapangan, ternyata di luar arena Jin Jun ramah.
– NIKLAAS ANDRIES, – Banyuwangi-

VINI Vidi Vici yang artinya saya datang, saya lihat, dan saya menang. Semboyan itu memberi kesan mendalam bagi Jin Jun. Pemuda asal Korea Selatan itu begitu mengidolakan semboyan hidup yang dicetuskan Julius Caesar
tersebut. Dia pun mengabadikan semboyan penyemangat itu salah satu bagian tubuhnya. Tulisan itu pernah saya baca saat sama-sama berada di locker room sebelum dan sesudah pertandingan.

Jun bermain sepak bola sejak usia 11 tahun. Sejak itu, Jun bermain di posisi gelandang. Namun demikian, dia harus tetap siap dengan strategi apa pun yang
diterapkan pelatih.  Tidak jarang, dia dimainkan sebagai tukang gedor di barisan depan. Namun, posisi yang berbeda itu tidak membuatnya kaku. Justru dia semakin bersemangat ketika dimainkan menjadi menggedor gawang lawan.

Berbekal kemampuan mengolah bola, Jun sudah merasakan ketatnya persaingan kompetisi di negeri asalnya sejak usia belia. Di usia remaja, dia sudah bergabung dengan sebuah tim profesional sekolah. Tujuh musim kemudian, pria bermata sipit itu mulai mencoba peruntungan bermain bola di luar negeri.

Jun pun diajak temannya hijrah ke Liga Singapura. Pemain yang akrab dengan nomor punggung 14 itu pernah merasakan ketatnya atmosfer sepak bola Negeri Singa selama satu musim. Lepas dari Singapura, Jun hijrah lagi ke Liga Indonesia. PSCS Cilacap adalah pelabuhan pertamanya di Indonesia. Bersama PSCS, Jun berlaga di pentas Divisi Utama. Tahun kedua di Indonesia, Jun memutuskan hengkang dari PSCS.

Atas saran rekan dan agen, dia memilih berlabuh di Persewangi. Meski awalnya

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last