Amplop Bakungan Tembus Manado

0
211
KREATIF: Amplop Lebaran made in Bakungan.

BANYUWANGI – Bulan Puasa membawa berkah tersendiri bagi Indah Wahyu, 21, warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Seraya menanti waktu berbuka puasa, dia membuat amplop Lebaran dengan desain unik. Tak disangka, permintaan amplop Lebaran tersebut mengalir deras dan mendatangkan keuntungan materi bagi ibu satu anak tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebenarnya, cara membuat amplop Lebaran alaIndah cukup sederhana. Bahan yang diperlukan juga sangat mudah didapat di pasar, seperti kertas dan lem. Para pembeli bisa memesan amplop bergambar foto pemesan atau oto yang diinginkan. Tidak hanya itu, Indah uga menyediakan amplop bergambar kartun bernuansa Idul Fitri. Indah sebenarnya sudah memproduksi amplop Lebaran sejak Ramadan tahun lalu.

Loading...

Sejak pertama buat, pesanan yang datang langsung membanjir. Namun, karena belum memiliki printer sendiri, dia hanya mampu memenuhi pesanan 100 pak atau seribu amplop. “Tahun lalu produksi saya terbatas. Sebab, saat itu belum pu-ya printer. Saya pinjam kepada seorang kerabat,” ujar istri Sandi Sumarsono itu. Kini, dia sudah memiliki print tersendiri. Hasilnya, sampai per tengahan bulan Ramadan ini dia sudah mampu menjual 300 pak amplop.

“Target saya, tahun ini bisa menjual 500 pak amplop Lebaran,” ujarnya kemarin (6/8). Hebatnya lagi, pesanan am plop tersebut ternyata tidak hanya berasal dari warga Banyuwangi dan sekitarnya. Beberapa warga Jember bahkan warga Manado Sulawesi Utara juga ada yang memesan amplop kepadanya. “Pesanan dari luar Banyuwangi saya kirim viajasa ekspedisi, dan pembayarannya ditransfer ke rekening.

Saat ini (kemarin), pembelian dari luar kota sudah mencapai 80 pak,” paparnya. Indah menjelaskan, satu pak amplop bergambar kar tun di jual seharga Rp 3 ribu, sedang kan amplop bergambar foto dijual seharga Rp 4 ribu per pak. Untuk membuat amplop tersebut, dia hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 160 ribu; dengan rincian Rp 60 ribu untuk membeli dua rim kertas HVS, Rp 80 ribu untuk membeli 4 botol tinta, dan sisanya Rp 20 ribu untuk membeli lem dan bahan lain. “Hasilnya lumayan. Daripada hanya berleha-leha menanti waktu berbuka, lebih baik melakukan kegiatan yang mendatangkan keuntungan,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :