Anak-anak Berebut Naik Panser Anoa

0
106

SEJUMLAH kendaraan perang terlihat standby di sekitar Taman Blambangan sejak pagi kemarin. Mereka ikut unjuk kekuatan saat apel pasukan di Taman Blambangan. Ada empat unit Panser Anoa; dua unit Barracuda; dua mobil Panhard CRAB, dan satu mobil anti peluru yang akan dikendarai Wapres Jusuf Kalla.

Panser Anoa terlihat nongkrong di depan  Gedung Wanita Paramita Kencana. Kehadiran kendaraan perang itu tak disia-siakan oleh masyarakat umum. Tak sedikit anak-anak TK berebut masuk ke dalam panser. Ada juga yang sekadar selfie dengan latar belakang panser.

“Ayo silakan yang mau foto. Untuk anak-anak  TK masuknya bergantian, biar tidak berjubel di depan pintu,’’ teriak seorang anggota TNI AD  yang berjaga di lokasi panser Anoa. Bukan hanya anak-anak, masyarakat umum yang pagi itu ke betulan jogging di Taman  Blambangan juga menyempatkan selfie. Ada yang naik ke atas panser, ada juga yang melihat langsung jeroan panser produksi PT. Pindad tersebut.

“Mumpung diizinkan naik ya kita manfaatkan untuk berfoto. Kapan lagi bisa berfoto dengan naik panser, mumpung ada kesempatan,’’ ujar Budi, salah seorang warga yang pagi itu jogging di Taman  Blambangan.  Sementara itu, usai upacara persiapan pengamanan, seluruh  pasukan langsung menuju lokasi yang akan dikunjungi Wapres. Salah satunya di Pendapa Sabha  Swagata.

Beberapa pasukan TNI  langsung melakukan simulasi evakuasi pengamanan. Seorang petugas diposisikan seolah menjadi Wapres yang dikawal beberapa orang tentara untuk diamankan ke titik evakuasi. Satu buah kendaraan Panser Anoa   dan Panhard juga diparkirkan   tidak jauh dari gedung pendapa untuk mendukung evakuasi.

Hal yang sama juga tampak dilakukan di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren. Pasukan bersenjata senapan otomatis mengawal sebuah mobil yang diskenariokan sedang terancam bahaya. Lettu CPM Samosir, kordinator Pasukan Pengamanan  Presiden (Paspampres) untuk area pendapa mengatakan, disemua titik kunjungan dilakukan simulasi pengamanan.

Kekhawatiran akan ancaman terhadap para pimpinan negara beberapa waktu ini, membuat pengamanan dilakukan berlapis-lapis. “Kita tempatkan sniper juga. Selain karena prosedur, beberapa waktu lalu ancaman bom sempat menarget kita. Jadi pengamanan diperketat,” ujarnya.

Samosir juga menegaskan tidak  akan memperkenankan siapapun masuk ke dalam lokasi kunjungan tanpa ID Card. Karena itu dia mengimbau baik awak media atau petugas bisa menggunakan ID Card yang disediakan oleh Kodim 0825 atau Pemkab Banyuwangi.

“Tiap titik ada dua sampai empat Pas-pampres yang bersiaga. Kendaraan anti peluru wapres juga sedang meluncur ke sini,” tegasnya. Sementara itu, Kabag OPS Polres Banyuwangi, Kompol Sudjarwo menambahkan, ada dua anjing K9 yang nantinya akan selalu disiagakan di ring 1. Satu K9 memiliki kemampuan untuk mendeteksi peledak dan satu lagi untuk pendeteksian umum.

“Kita juga siagakan G-Bom untuk ring 1. Untuk escape dan personel lainnya kita siagakan di jalur pengamanan dan ring 3,” tegasnya. (radar)

Loading...