Ancam Warga Pakai Clurit, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

0
380
Kapolsek Genteng Kompol Sumartono menunjukan celurit yang digunakan Juhan untuk mengancam warga, kemarin (18-7)

GENTENG – Diduga karena terlalu emosi, Juhan Wahyudi, 30, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mengancam warga dengan mengacungkan celurit, Minggu (16/7).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Karena perbuatannya itu, pemuda itu oleh polisi langsung ditangkap. Sambil menjalani pemeriksaan, tersangka itu untuk sementara dijebloskan ke ruang tahanan polsek. “Tersangka itu mengancam warga dengan membawa celurit, warga ada yang lapor dan tersangka kita tangkap,” cetusnya.

Dari keterangan para saksi, jelas kapolsek, aksi nekat itu bermula tersangka menggoda salah satu anak perempuan tetangganya. Kemudian, perempuan itu mengadu pada orang tuanya. Tidak terima, orang tua itu mendatangi Juhan di rumahnya.

“Juhan menggoda mau mencium anak tetangga,” katanya. Julian ternyata menanggapi emosi dengan kedatangan orang tua perempuan itu. Tanpa banyak pertimbangan, Juhan langsung mengambil celurit sambil mengancam tamunya itu dan warga yang ada di sekitar lokasi.

“Mungkin malu atau gimana, langsung mengambil celurit,” ujarnya. Kejadian ini membuat warga geger. Salah satu warga langsung melaporkan ke polsek. Dari laporan itu, polisi langsung ke lokasi dan membawa Juhan ke polsek.

“Kita datang masih emosi,” cetusnya. Meski tidak menimbulkan korban, kapolsek menyebut perbuatan tersangka membahayakan dan masuk dalam kategori Undang-undang (UU) darurat.

“Itu sudah masuk UU darurat dan hukumannya bisa 10 tahun penjara,” jelasnya.(radar)

Loading...

APLIKASI PAYROLL HRD YANG SIMPEL DAN MUDAH

APLIKASI PAYROLL HRD YANG SIMPEL DAN MUDAH

Apakah anda pemilik usaha yang masih menggunakan manual (Excel) untuk perhitungan absensi, gaji, pajak, BPJS dan laporan?? Dan apakah Human…
05/24/2018
DKI Jakarta