Banyuwangi, Jurnalnews.com – Buruknya sistem drainase di kanan dan kiri Jalan Mangaran, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kini berubah menjadi “bom waktu” yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Setiap hujan turun, air selokan meluap tak terkendali, menggerus aspal dan merusak bahu jalan hingga kondisinya kian memprihatinkan.
Di musim hujan seperti saat ini, selokan yang berukuran sempit, dipenuhi tumpukan sampah dan semak liar, tak lagi mampu menampung kiriman air dari saluran hulu serta limpahan air sawah. Akibatnya, air meluber ke badan jalan dan mengalir deras ke arah timur, hingga mencapai perbatasan Desa Bajulmati dan Desa Bimorejo. Jalan pun berlubang, dan rawan kecelakaan.
Padahal, ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses vital penghubung menuju Desa Bimorejo. Kerusakan yang terjadi jelas berdampak besar bagi mobilitas warga. Aspal terkelupas dan genangan air seakan menjadi pemandangan rutin setiap hujan turun.
Keluhan pun bermunculan. Nadif, warga Desa Bajulmati yang kerap melintas menuju Bimorejo, mengaku geram dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
“Ini kan jalan yang dilalui banyak orang. Jalannya rusak begini bisa merusak ban sepeda, bahkan membahayakan pengendara,” keluhnya kesal.
Nada serupa disampaikan Sulaiman, warga Watukebo, yang juga terganggu dengan kerusakan jalan di Mangaran. Ia menilai persoalan utama terletak pada buruknya drainase.
“Harusnya saluran airnya yang dibenahi dulu. Kalau air terus lari ke jalan, ya jalannya rusak terus. Ini jelas menghambat perjalanan orang,” ujarnya kepada Jurnalnews, Sabtu (3/1/2026).
Warga berharap pihak terkait tidak menutup mata dan segera turun tangan. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya aspal yang hancur, namun juga keselamatan pengguna jalan yang dipertaruhkan. (Venus Hadi)







