sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali yang sempat terhenti kini kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum mulai membahas ulang skema pengusahaan proyek strategis tersebut, termasuk persiapan lelang kembali.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan infrastruktur Pulau Dewata setelah proyek tersebut sempat mandek akibat persoalan pengadaan tanah dan belum tercapainya financial close.
Siapkan Lelang Ulang dan Optimalisasi Skema
Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pengoptimalan lingkup pengusahaan guna meningkatkan kelayakan proyek sebelum masuk tahap lelang ulang.
“Saat ini tengah disiapkan proses lelang kembali dengan pengoptimalan lingkup pengusahaan jalan tol guna meningkatkan kelayakan proyek. Sejalan dengan hal tersebut, dilakukan penyusunan kembali dokumen readiness criteria sebagai bagian dari penyiapan pelelangan pengusahaan jalan tol,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Wilan, penataan ulang lingkup proyek dan tahapan pembangunan menjadi langkah strategis agar proyek lebih menarik secara investasi sekaligus realistis dalam implementasi.
Pendekatan ini juga memungkinkan pembangunan dilakukan bertahap, menyesuaikan kebutuhan lalu lintas aktual dan proyeksi pertumbuhan kendaraan di Bali.
Sempat Berhenti pada 2023
Sebelumnya, proyek Tol Gilimanuk–Mengwi telah melalui tahap persetujuan prakarsa hingga penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Namun, perjanjian tersebut diakhiri pada 3 Agustus 2023.
Pengakhiran dilakukan karena tidak terpenuhinya sejumlah kewajiban, terutama terkait pengadaan tanah serta belum tercapainya kesepakatan financial close.
Kini, dengan penyusunan ulang dokumen readiness criteria, pemerintah berharap proses pelelangan dapat berjalan lebih matang dan minim hambatan di kemudian hari.
Tol Terpanjang di Bali
Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi akan menjadi jalan tol terpanjang di Bali dengan total panjang 96,84 kilometer.
Page 2
Page 3
Proyek ini terbagi dalam tiga seksi utama:
- Seksi 1 Gilimanuk–Pekutatan sepanjang 53,6 km
- Seksi 2 Pekutatan–Soka sepanjang 24,3 km
- Seksi 3 Soka–Mengwi sepanjang 18,9 km
Total kebutuhan investasi proyek mencapai Rp24,98 triliun dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028.
Jika terealisasi, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Gilimanuk menuju Denpasar yang sebelumnya bisa mencapai 5–7 jam menjadi sekitar 1,5–2 jam saja.
Dorong Pemerataan Ekonomi Bali
Selain berfungsi mengurai kemacetan di jalur nasional, pembangunan tol ini diharapkan menjadi motor pemerataan ekonomi di Bali.
Saat ini, aktivitas ekonomi disebut masih terpusat di sekitar 9 persen wilayah Bali, terutama di kawasan selatan seperti Denpasar, Badung, dan sekitarnya.
Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi logistik dari Pelabuhan Gilimanuk menuju pusat ekonomi di selatan Bali diproyeksikan menjadi lebih efisien. Mobilitas masyarakat dan wisatawan juga akan meningkat.
Kawasan barat Bali yang selama ini relatif tertinggal berpotensi berkembang lebih pesat, baik di sektor pariwisata, pertanian, maupun industri kreatif.
Hadirkan Jalur Khusus Roda Dua
Menariknya, proyek ini dirancang memiliki jalur khusus roda dua untuk sepeda dan sepeda motor. Konsep ini terbilang unik dan jarang ditemui pada jalan tol di Indonesia.
Kehadiran jalur khusus tersebut diharapkan mampu mengakomodasi karakteristik kendaraan di Bali yang didominasi sepeda motor, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Inovasi ini menjadi salah satu nilai tambah proyek dalam menarik minat investor sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas lokal.
Sinyal Positif bagi Infrastruktur Bali
Kebangkitan kembali proyek Tol Gilimanuk–Mengwi menjadi angin segar bagi pembangunan infrastruktur Bali.
Setelah sempat terhenti, pembahasan ulang dan persiapan lelang menunjukkan komitmen pemerintah untuk merealisasikan proyek strategis tersebut.







