ngopibareng.id
Banyuwangi kembali melakukan panen raya jagung di aera pusat pelatihan pertanian terpadu dan modern di Banyuwangi, Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Sabtu, 28 Februari 2026. Ini adalah panen raya jagung kuartal IV dalam upaya penguatan ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan.
Panen raya dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil.
Khofifah mengatakan, Jawa Timur merupakan kontributor jagung tertinggi di Indonesia. Capaian itu terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak hingga, termasuk gerakan pramuka yang ikut memperkuat program ketahanan pangan nasional.
“Jawa Timur sudah melewati ketahanan pangan dan saat ini menuju kedaulatan pangan. Ini berkat kolaborasi semua pihak,” jelasnya.
Produksi jagung pipilan kering Jawa Timur pada 2025 tercatat 4,8 juta ton. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibanding Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton, disusul Sumatera Utara 1,3 juta ton.
Kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional pun mendekati 30 persen. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering Indonesia dipasok petani Jawa Timur.
“Saya mengapresiasi dukungan semua pihak mulai Kapolda Jatim, Bupati Banyuwangi, hingga gerakan Pramuka se-Jatim yang turut menggerakkan penguatan ketahanan pangan di daerah,” ungkapnya.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menambahkan, peningkatan produksi jagung harus diiringi perbaikan kualitas.
“Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” katanya.
Bupati Ipuk mengatakan, Banyuwangi selalu mencatat surplus jagung. Pada 2025, produksi jagung mencapai 250.596,81 ton atau naik 19 persen dibanding 2024 yang sebesar 209.078 ton. Dengan kebutuhan daerah 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus jagung 180.754,50 ton pada 2025.
Baca Juga
Selain jagung, produksi beras Banyuwangi juga selalu surplus. Pada tahun yang sama, produksi beras Banyuwangi mencapai 546.923,81 ton, naik 7 persen dari tahun sebelumnya, dengan surplus 383.258,03 ton.
“Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian dan TNI. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.
Panen raya di Green Farm merupakan hasil penanaman jagung pada November 2025. Total area tanaman jagung di tempat ini mencapai 50 hektare. Pemilik Green Farm, Arum Sabil, menyebut, rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8-10 ton per hektare.
“Berbagai uji coba budidaya terus kami lakukan. Hasil dari evaluasi, kami optimistis pada musim tanam berikutnya produktivitas bisa meningkat hingga 10-12 ton per hektare,” ujarnya.








