Balap Merpati Rawan Judi

0
656

ROGOJAMPI – Maraknya lomba merpati mulai dikeluhkan masyarakat. Selain rawan menjadi sarana perjudian, lokasinya yang berada di pinggir jalan raya juga dianggap mengganggu arus lalu lintas. Itu seperti terjadi di jalan raya dekat  persawahan Desa Watu kebo, dan  Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hampir setiap sore di lokasi itu ada puluhan penggemar merpati beradu kecepatan. “Saya pernah menjumpai sendiri ada transaksi perjudian. Mereka tombokan bagi merpati yang paling cepat sampai finis,” cetus Suharsono, 45, warga Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi.

Loading...

Suharsono menyebut, adu  balap  burung merpati itu juga sering kali  mengganggu pengendara kendaraan di jalan raya. Sebab, mereka sering  memarkir kendaraan seenaknya.  Sangkar tempat burung banyak yang ditaruh di badan jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Genteng,  lokasi adu merpati di Desa  Watukebo itu terlihat cukup ramai. “Jarak melepas merpati jantan  mulai 500 meter hingga satu  kilometer,” ujar Pendik Wiranda,  27, warga Dusun Krajan, Desa  Watukebo.

Perlombaan adu merpati itu biasanya digelar setiap hari Minggu dengan tempat perpindah-pindah. Penggemar balap burung merpati  itu, tidak hanya dari Kecamatan Rogojampi, tapi juga ada yang  dari luar daerah. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2