sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian operasional perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyusul genangan air yang merendam sejumlah stasiun pada Minggu (18/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam jumpa pers di Jakarta menjelaskan bahwa banjir menyebabkan hambatan operasional di beberapa titik strategis.
Baca Juga: Banjir Pekalongan Meluas, KAI Ungkap Fakta Mengejutkan soal Kereta Api Barang
Stasiun Kampung Bandan, Pasoso, Tanjung Priok, dan Jakarta Kota tercatat mengalami genangan air hingga merendam jalur rel.
Menurut Bobby, kondisi tersebut memaksa KAI mengubah pola operasi sejumlah perjalanan KRL, khususnya pada lintas loop line Jakarta Kota serta relasi menuju Stasiun Tanjung Priok.
Penyesuaian ini dilakukan sejak pagi hari guna menghindari risiko gangguan teknis yang lebih besar.
Baca Juga: Update Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Emas Antam, Galeri 24, UBS hingga Perhiasan Ikut Bergerak
“Beberapa perjalanan Commuter Line kami ubah pola operasinya, terutama di lintas loop line Jakarta Kota dan menuju Tanjung Priok. Namun, untuk jalur Bogor–Bekasi tidak terdapat kendala sama sekali,” ujar Bobby.
Selain berdampak pada perjalanan KRL, genangan air juga mengakibatkan pembatalan delapan perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1.
KAI saat ini tengah melakukan upaya pemulihan cepat atau quick recovery agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.
Baca Juga: BGN Tegaskan Relawan MBG Tak Otomatis Jadi PPPK, Ini Penjelasan Lengkap Status Pegawai SPPG
Bobby menegaskan bahwa seluruh keputusan penyesuaian operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
Ia menjelaskan bahwa rel yang terendam air berpotensi menyebabkan korsleting listrik atau short circuit yang dapat memicu gangguan lebih luas pada sistem persinyalan dan kelistrikan.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian operasional perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyusul genangan air yang merendam sejumlah stasiun pada Minggu (18/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam jumpa pers di Jakarta menjelaskan bahwa banjir menyebabkan hambatan operasional di beberapa titik strategis.
Baca Juga: Banjir Pekalongan Meluas, KAI Ungkap Fakta Mengejutkan soal Kereta Api Barang
Stasiun Kampung Bandan, Pasoso, Tanjung Priok, dan Jakarta Kota tercatat mengalami genangan air hingga merendam jalur rel.
Menurut Bobby, kondisi tersebut memaksa KAI mengubah pola operasi sejumlah perjalanan KRL, khususnya pada lintas loop line Jakarta Kota serta relasi menuju Stasiun Tanjung Priok.
Penyesuaian ini dilakukan sejak pagi hari guna menghindari risiko gangguan teknis yang lebih besar.
Baca Juga: Update Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Sentuh Rekor, Emas Antam, Galeri 24, UBS hingga Perhiasan Ikut Bergerak
“Beberapa perjalanan Commuter Line kami ubah pola operasinya, terutama di lintas loop line Jakarta Kota dan menuju Tanjung Priok. Namun, untuk jalur Bogor–Bekasi tidak terdapat kendala sama sekali,” ujar Bobby.
Selain berdampak pada perjalanan KRL, genangan air juga mengakibatkan pembatalan delapan perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1.
KAI saat ini tengah melakukan upaya pemulihan cepat atau quick recovery agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.
Baca Juga: BGN Tegaskan Relawan MBG Tak Otomatis Jadi PPPK, Ini Penjelasan Lengkap Status Pegawai SPPG
Bobby menegaskan bahwa seluruh keputusan penyesuaian operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
Ia menjelaskan bahwa rel yang terendam air berpotensi menyebabkan korsleting listrik atau short circuit yang dapat memicu gangguan lebih luas pada sistem persinyalan dan kelistrikan.








