Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Banyuwangi Miliki Bank Sperma Hewan Ternak, Sukses Tingkatkan Populasi Sapi

banyuwangi-miliki-bank-sperma-hewan-ternak,-sukses-tingkatkan-populasi-sapi
Banyuwangi Miliki Bank Sperma Hewan Ternak, Sukses Tingkatkan Populasi Sapi

ngopibareng.id

Banyuwangi Rabu, 14 Januari 2026 19:26 WIB

Banyuwangi memiliki bank sperma khusus hewan ternak seperti sapi, dan kerbau. Kehadiran Bank sperma ini untuk mendukung populasi sapi bisa terus meningkat. Salah satunya dengan melalui inseminasi buatan. Bank sperma ternak ini berada di kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. 

Kepala Bidang Budidaya dan Usaha Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Abdul Rozak, mengatakan, ribuan sperma sapi, dan kerbau disimpan di dalam kontainer khusus yang dibekukan menggunakan nitrogen cair. Satu kontainer, menurutnya, memuat sekitar 500 hingga 600 straw atau dosis sperma. 

“Penyimpanan dilakukan di dalam kontainer khusus yang berisi nitrogen cair. Suhunya minus 196 derajat. Sehingga kualitas sperma bisa bertahan hingga bertahun-tahun asalkan penanganannya benar,” jelasnya, Rabu, 14 Januari 2026.

Sperma hewan ternak itu berasal dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari dan Lembang. Sperma ternak ini dikirim ke Banyuwangi dalam kondisi beku dalam wadah kontainer.

Pada Bank Sperma ini tersedia beberapa jenis sperma ternak, mulai dari sapi Limousin, Simental, Belgian Blue, Brahman, Peranakan Ongole (PO), Friesian Holstein (FH), Angus, sapi Bali, hingga kerbau.

“Ribuan sperma sapi tiba 2 minggu sekali sebelum kami distribusikan ke inseminator yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi,” terangnya.

Baca Juga

Jenis inseminasi buatan yang paling banyak diminati peternak adalah jenis sapi Simental dan Limousin, dan jenis Brahman. Di Banyuwangi, kata dia, ada 52 petugas inseminator yang rutin melakukan inseminasi. 

Untuk membuntingkan seekor sapi, rata-rata dibutuhkan sekitar 1,5 dosis. Satu dosis berisi 0,25 mililiter yang digunakan sekali pakai saat proses inseminasi. Setiap bulan, program inseminasi buatan ini berhasil menghasilkan sekitar 2.300 kelahiran ternak di Banyuwangi.

“Program inseminasi ini terbukti berhasil. Tidak hanya untuk menjaga populasi ternak, tetapi juga untuk menjamin ketersediaan daging di Banyuwangi serta meningkatkan produktivitas peternak,” ujarnya.

Like