ngopibareng.id
Seorang perempuan, Sumarsih, 38 tahun, warga Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, melahirkan di atas kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Dia melahirkan saat menumpang KMP Satria Nusantara yang sedang berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang, Sabtu, 28 Februari 2026. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki.
Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Tanjung Wangi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Probolinggo, dr. Nungki Najfaris Alami, mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari pihak KSOP Tanjung Wangi dan operator kapal mengenai kelahiran persalinan tersebut. Saat itu, kapal masih dalam pelayaran. Petugas kemudian segera melakukan upaya pertolongan ketika kapal sandar di dermaga.
“Untuk petugas yang melaksanakan penanganan kegawatdaruratan kemarin ada satu dokter, dua perawat dan 1 sanitarian,” jelasnya, Minggu, 1 Maret 2026.
Petugas kemudian memotong tali pusar bayi yang telah dilahirkan di Pos Kesehatan Kapal. Bayi tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis agar kondisi bayi tetap hangat dan stabil.
Begitu kapal bersandar di dermaga, Sumarsih segera dilarikan ke klinik bersalin di sekitar Pelabuhan Ketapang untuk menuntaskan proses persalinan yakni mengeluarkan plasenta yang masih tertinggal di dalam kandungan.
“Kami larikan ke klinik persalinan di sekitar Pelabuhan Ketapang agar mendapatkan penanganan lebih cepat,” terangnya.
Baca Juga
Setelah mendapatkan penanganan medis, ibu dan bayi tersebut sudah diizinkan untuk pulang. Bayi yang lahir diberi nama sesuai nama kapal yang ditumpangi yakni Satria Nusantara Ramadhani.
Hasil evaluasi dari kejadian ini, Nungky mengimbau calon penumpang, khususnya ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 36 minggu, untuk menunda perjalanan.
“Perlu pemeriksaan kesehatan rutin juga hntuk memastikan kehamilannya dalam kondisi baik,” ujarnya.
Like








