Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Hukum  

Bawa Ijazah, Meninggal Bersama

bawaBANYUWANGI – Kecelakaan beruntun yang menelan dua korban jiwa ter jadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Bank BII Banyuwangi, kemarin (4/9). Dua perempuan malang tersebut meregang nyawa di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala. Peristiwa yang terjadi sekitar pu kul 14.15 itu menggegerkan warga dan para pengguna jalan. Bahkan, saking banyaknya warga yang ingin mengetahui kondisi korban dari dekat, lalu-lintas di jalan poros Kota Banyuwangi tersebut ter sendat.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi kejadian, ke dua perempuan yang belakangan di ke tahui bernama Selfiatul Kiptiah, warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, dan Ulfa Isna, 18, warga Desa Penataban, Kecamatan Giri, itu ber bon cengan mengendarai motor dari arah utara. Saat kejadian, Ulfa sedang membawa map biru berkop SMAN 1 Banyuwangi yang berisi ijazah dan berkas lain.

Informasi yang beredar, Ulfa diperkirakan akan mendaftar kuliah diantar sahabatnya. Sesampai di lokasi kejadian, motor merek Yamaha Mio warna merah ber nopol P 2528 W itu bersenggolan dengan motor lain yang juga melaju dari arah utara Nahas, saat motor yang ditum pangi keduanya oleng, dari arah berlawanan datang se buah mobil Isuzu Panther pe lat merah bernopol P 426 VP. Benturan pun tak da pat dihindarkan. Motor ma tic warna merah tersebut memben tur bagian samping kanan mo bil dinas jajaran Badan Ke pegawaian Daerah (BKD) Ba nyuwangi tersebut.

Benturan itu mengakibatkan kedua korban jatuh. Ironisnya lagi, tubuh kedua kor ban yang jatuh tersebut lang sung dilindas mobil boks yang melaju tepat di belakang mo bil pelat merah tersebut. Aki batnya, korban meregang nya wa di lokasi kejadian dengan luka berat di kepala. “Pe ngendara motor yang menyerempet motor korban langsung kabur. Setelah senggolan ter sebut, motor korban oleng dan menghantam bagian samping mobil pelat merah. Setelah itu, tubuh korban yang terjatuh di jalan itu dilindas truk boks,” ujar seorang saksi yang enggan namanya dikorankan.

Sumber lain menyebut, setelah melindas tubuh korban, sopir truk boks kabur. Sopir mobil pelat merah memilih menepikan kendaraannya. “Mobil pe lat merah ini tidak menabrak motor korban. Sampeyan lihat sen diri. Ada bekas goresan di bagian samping mobil pelat merah ini. Di bagian depan tidak ada tanda-tanda be kas benturan,” kata sumber tersebut. Suroso, sopir mobil pelat merah tersebut, tampak masih shock.

Kepada sejumlah wartawan, dia mengaku motor yang di tumpangi kedua korban itu menyerempet bagian samping kendaraan yang dia kendarai. “Sebelumnya, motor korban serempetan dengan motor lain yang sama-sama melaju dari utara,” kata Suroso. Sementara itu, beberapa saat setelah tabrakan, jasad kedua korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Blambangan, Banyuwangi. Saat tubuh korban diangkat ke mobil ambulans, beberapa warga yang mengetahui proses evakuasi menitikkan air mata.

Pemandangan tidak ka lah mengharukan didapati wartawan koran ini di sekitar kamar jenazah RSUD Blambangan. Kerabat kedua korban tampak menangis. Bahkan, Irul, kakak Selfi, duduk di bangku kayu dan menyandarkan tubuhnyadi dinding sebelah timur kamar jenazah RS pelat merah tersebut dengan tatapan kosong. Di sisi lain, petugas kepolisian langsung mengevakuasi Suroso.

Bahkan, Kapolsek Banyu wangi, AKP Ketut Redana, ikut mengevakuasi mobil pelat tersebut ke kantor Unit Kecelakaan Lalu-lintas Satlantas Polres Banyuwangi di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. Di saat bersamaan, sejumlah per sonel satlantas yang lain sibuk mengatur arus lalu-lintas di se kitar lokasi kejadian. Hingga berita ini ditulis sore kemarin, belum ada konfirmasi resmi terkait ada-tidaknya pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE