Begini Cara Warga Kemiren Syukuri Keselamatan dan Kenikmatan

0
846
Foto: detik.com

BANYUWANGI – Mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan selama setahun dan berdoa untuk keselamatan di tahun berikutnya, dilakukan masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kamis (24/8/2017). Mereka menggelar bersih desa dengan ‘Mepe Kasur’ (menjemur kasur) dan ritual selametan Tumpang Sewu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ritual Mepe Kasur dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Ribuan kasur berwarna hitam dan merah ini dijemur berjejer di depan rumah warga. Warna kasur di desa ini sama, yakni merah dan hitam. Warna ini melambangkan keberanian dan keabadian.

Loading...

“Merah itu berani. Sementara warna hitam itu kelanggengan atau keabadian,” ujar Haidi Bing Slamet, salah satu warga Kemiren, kepada detikcom, Kamis (24/8/2017).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Meriahnya Tradisi Endog-endogan Banyuwangi, Arak Ribuan Telur dari 5 Penjuru