BANYUWANGI, Kantor PC LP Ma’arif NU Kabupaten Banyuwangi tampak lebih padat dari biasanya, Sabtu (03/01/2026). Ratusan Kepala Sekolah TK, RA, dan PAUD di bawah naungan Ma’arif NU berkumpul mengikuti pembinaan dan penguatan ideologis yang dipimpin langsung oleh dua tokoh sentral pendidikan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.
Hadir sebagai pemateri utama, Ketua PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi, didampingi Ketua PC LP Ma’arif NU Banyuwangi Achmad Shodiq, M.Pd.I. Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus meneguhkan peran lembaga pendidikan Ma’arif dalam mencetak generasi emas yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Dalam arahannya, Kiai Sunandi Zubaidi menegaskan bahwa kepala sekolah dan guru PAUD/TK tidak sekadar berfungsi sebagai pengajar, melainkan sebagai penjaga “sanad” keilmuan dan ideologi anak sejak usia dini.
“Guru PAUD adalah akar peradaban. Dari merekalah fondasi akhlak, cara beribadah, hingga cara berpikir anak-anak dibentuk,” tegasnya.
Kiai Sunandi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap infiltrasi paham-paham yang tidak sejalan dengan tradisi pesantren dan nilai-nilai NU. Menurutnya, lembaga pendidikan Ma’arif harus menjadi benteng ideologi yang kokoh di tengah derasnya arus globalisasi.
“Anak-anak usia dini adalah peniru ulung. Maka, kepala sekolah harus memastikan bahwa para guru menjadi teladan dalam akhlak, ibadah, dan sikap keseharian,” imbuhnya.
Ia juga berpesan agar pengelolaan lembaga pendidikan diniatkan sebagai bentuk khidmat kepada para muassis NU, sehingga perjuangan pendidikan Ma’arif senantiasa mendapatkan barakah.
Sementara itu, Ketua PC LP Ma’arif NU Banyuwangi, Achmad Shodiq, M.Pd.I, lebih menekankan aspek teknis, manajerial, dan penguatan mutu kelembagaan. Sebagai akademisi, ia mendorong percepatan modernisasi di lingkungan TK/RA/PAUD Ma’arif.
Ia menegaskan pentingnya administrasi yang tertib dan profesional, termasuk akreditasi serta pendataan melalui sistem informasi pendidikan Ma’arif yang telah disiapkan.
“Kita tidak boleh kalah dengan lembaga pendidikan lain. TK/RA Ma’arif harus memiliki keunggulan kompetitif, baik dari sisi fasilitas, tata kelola, maupun kreativitas metode pembelajaran,” ujar Achmad Shodiq.
Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah program strategis LP Ma’arif dalam rangka peningkatan kapasitas, kesejahteraan, dan apresiasi bagi para tenaga pendidik Ma’arif di Banyuwangi.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya:
Penyeragaman kurikulum Ke-NU-an untuk tingkat PAUD se-Kabupaten Banyuwangi. Peningkatan intensitas supervisi dan pendampingan LP Ma’arif hingga ke tingkat desa (ranting). Komitmen bersama menjadikan TK/RA/PAUD Ma’arif sebagai pilihan utama masyarakat Banyuwangi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kiai Sunandi Zubaidi, memohon kelancaran dan keberkahan bagi para pejuang pendidikan NU di ujung timur Pulau Jawa.(Ilham T.)








