Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Beralih Tipe, Bea Cukai Lebih Modern

SAMBUTAN: Kepala Kantor KPPBC Pratama, Akhmad Yulianto (kiri) di Hall Restoran Pondok Wina, kemarin.
SAMBUTAN: Kepala Kantor KPPBC Pratama, Akhmad Yulianto(kiri) di Hall Restoran Pondok Wina, kemarin.
SAMBUTAN: Kepala Kantor KPPBC Pratama, Akhmad Yulianto (kiri) di Hall Restoran Pondok Wina, kemarin.

BANYUWANGI—Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Banyuwangi, Selasa (18/12) resmi berstatus menjadi kantor modern atau KPPBC Tipe Pratama Banyuwangi. Peresmian tersebut diperkenalkan di beberapa undangan KPPBC Pratama di Hall Restoran Pondok Wina Banyuwangi.

Ada Kapolres Banyuwangi beserta jajaran, Kodim 0825; Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan; Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi, instansi, dan mitra terkait. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Pratama Banyuwangi, Akhmad Yulianto mengatakan, peresmian KPPBC Tipe B Banyuwangi menjadi kantor modern ini merupakan bagian dari 76 kantor KPPBC di seluruh Indonesia yang diresmikan secara nasional di Jakarta pada 21 Desember 2012.

Peresmian KPPBC setempat menjadi kantor modern bukan berarti telah mencapai kesempurnaan sebagaimana harapan yangdiamanatkan.  Dikatakan, pihaknya berharap dengan diresmikannya KPPBC menjadi kantor modern atau disebut sekarang KPPBC Tipe Pratama, nantinya dapat memberikan kontribusi nyata dalam perlindungan, pemberdayaan, dan pembangunan masyarakat di Banyuwangi. “Perlu kami sampaikan dengan diresmikannya menjadi kantor modern, maka nomenklatur kantor kami ini juga mengalami perubahan.

Yang semula dikenal dengan sebutan KPPBC Tipe B Banyuwangi, kini menjadi KPPBC Tipe Pratama Banyuwangi,” sebutnya. Yulianto menambahkan, transformasi ini merupakan program modernisasi dari pusat dan salah satunya Banyuwangi. Sehingga ada suatu usaha mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dari kebeacukaian. Dengan transformasi dari tipe B ke Pratama, kata dia, dapat memudahkan pelayanan kepada pelaku usaha.

Kalau dulu untuk mengurus dokumen dagang, pengusaha harus lari ke banyak meja. Dengan Pratama ini, pelaku usaha cukup one gate, sehingga pelayanan menjadi cepat dan terpadu,” tuturnya. Dengan tipe Pratama ini, dia optimistis dapat bersinergi dengan pemkab terkait rencana pengembangan perekonomian yang ada di Banyuwangi. Seperti pendirian pabrik gula, pabrik santan, kawasan industri, dan pabrik semen.

Dengan meningkatnya perekonomian di Banyuwangi, praktis lalu lintas perdagangan yang ada akan melibatkan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai di Banyuwangi. “Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari prosedur, sumber daya manusia (SDM), sistem dan mekanisme, serta profesionalime dalam pelayanan persoalan-persoalan kebeacukaian,” pungkasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE