Beresiko, Pramuka Perlu Asuransi

0
112

BANYUWANGI – Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan nonformal di alam terbuka. Gerakan ini bersifat menarik dan menantang sesuai dengan perkembangan fi sik dan psikis peserta didik. Layaknya kegiatan alam terbuka lainnya, Pramuka pun juga tak lepas dengan resiko. Resiko tersebut mulai dari skala ringan hingga yang bisa mengakibatkan kematian. Menyadari bahaya atau kecelakaan yang mungkin terjadi dalam kegiatan tersebut, kwartir nasional menerbitkan SK Kwarnas Nomor 227 tahun 2007 tentang managemen resiko.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Tujuannya untuk menanggulangi akibat negatif dari kegiatan Pramuka,” kata Wakil Ketua Bidang Humas Kwarcab Pramuka Banyuwangi, Yos Sumiyatna, kemarin. Pria yang akrab dipanggil Kak Yos itu menjelaskan, untuk meminimalisasi kecelakaan saat kegiatan Pramuka, hendaknya sebelum kegiatan berlangsung pembina Pramuka melakukan perencanaan, identifikasi pendukung, mengurangi kecenderungan resiko, dan mencari solusi apabila terjadi resiko. Pelaksanaan kegiatan juga diwajibkan didampingi pembina atau instruktur, melapor kepada kwartir ranting bila mengadakan kegiatan di luar gugus depan/sekolahnya. Atau melapor kepada kwarcab bila menyelenggarakan kegiatan di luar kecamatan, serta mengasuransikan peserta didik bila kegiatan beresiko tinggi. (radar)

Loading...