Berkomunikasi dengan Tinju

  • Bagikan

ATLET wushu yang satu ini dianggap paling senior oleh pelatih dan atlet wushu lain. Novi Sugeng P., 21, memiliki pengalaman paling lama menjadi atlet wushu dibanding teman-temannya. Pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bali beberapa waktu lalu merupakan pengalaman yang paling berkesan baginya.

Menurut mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) itu, bertemu atlet-atlet seantero Indonesia merupakan hal yang mengagumkan. “Rasanya sangat luar biasa bertemu atlet dari suku dan daerah berbeda. Saat itu saya harus mengubah cara interaksi yang biasa saya gunakan di Banyuwangi,” katanya.

Pria asal Bangorejo itu mengaku cukup kesulitan menyesuaikan komunikasi dengan orang-orang berlatar budaya berbeda. “Sedikit grogi ketika harus berkomunikasi dengan mereka,” katanya lagi. Tetapi, ketika bertanding, ia merasa tidak ada keraguan sama sekali. ]

Sebab, bagi atlet yang pernah meraih emas di Porprov IV Jatim 2013 lalu itu, tinju, pukulan, dan tendangan, merupakan cara komunikasi yang dipahami semua atlet wushu.  “Dari pukulan-pukulan yang kita lakukan, kita tahu hasil latihan kita selama ini. Kita sama-sama bisa menilai apa yang kurang dari persiapan kita dan sebagainya. Kita atlet wushu berkomunikasi dengan tinju,” pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: