Bina Cinta Alam di Conservation Camp

0
211

TEGALDLIMO – Kebebasan pemanfaatan sumber daya alam yang cenderung mengarah kepada perusakan dan degradasi sumber daya alam, membuat Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) gerah. Selain itu, konservasi juga ditekan dengan maraknya kegiatan penebangan ilegal, eksploitasi bahan tambang, hingga konflik penggunaan lahan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Fakta tersebut menggugah TNAP untuk menumbuhkan peningkatan pemahaman tentang konservasi. Melalui agenda tahunan sejak 2006 yang bertajuk Bina Cinta Alam, TNAP mengundang 15 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Banyuwangi dalam kegiatan TNAP Conservasi Camp 2012.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam kawasan Taman Nasional ini berlangsung 29 – 30 September yang lalu. Selama 2 hari tersebut, para peserta yang berjumlah 30 orang ini dibekali dengan berbagai pengetahuan seputar kehutanan, taman nasional hingga jenis flora fauna yang hampir punah dan dilindungi oleh negara.

Kegiatan selanjutnya adalah leadership yang dikemas dalam bentuk out bond dan permainan, tujuannya untuk menumbuhkan motivasi dalam keikutsertaan melestarikan dan menjaga hutan, khususnya taman nasional.

Dudun Supriadi, sebagai salah satu panitia pelaksana dalam kemah yang bertema bersatu padu menjaga kelestarian hutan demi masa depan tersebut menuturkan, bahwa kegiatan ini lebih bersifat mengenalkan secara langsung apa saja yang ada di dalam taman nasional Alas Purwo.

Setelah mengenal dan melihat secara langsung, diharapkan mereka bisa lebih peduli ikut menjaga kelestarian hutan,” terang Dudun.

Walaupun bernama Conservasi Camp, sebenarnya kegiatan ini diawali dari pemberian materi di dalam ruang yang selanjutnya diterapkan dialam terbuka AlasPurwo yang terkenal dengan ombak untuk selancar di pantai Plengkung (radar)

Loading...