Blimbingsari Siap Didarati Boeing 737

  • Bagikan

Akhir Bulan Pembangunan Runway Ditarget Rampung

BLIMBINGSARI-Proyek pengembangan landasan Bandara Kelas III Blimbingsari ditarget selesai 27 Desember tahun ini. Panjang runway yang sebelumnya 1300 meter kini bertambah menjadi 250 meter. Dengan pengembangan tersebut, rencananya pesawat jenis Boeing 737 bisa mendarat mulus di bandara kebanggaan warga Banyuwangi itu.

Kepala Bandara Blimbingsari, Yogi Suradiningrat, mengatakan kendati pembangunan runway hampir tuntas, masih perlu diuji cob. Secara teori, panjang landasan 2.250 meter dan lebar 30 meter cukup mepet dilalui pesawat sekelas Boeing.

“Idealnya landasan yang dilalui pesawat Boeing harus sepanjang 2.500 meter dengan lebar 45 meter,” kata Yogi.  Selain itu, lanjut Yogi, tingkat kekerasan landasan (pavement Classification number/ PCN ) minimal 34 PCN. Tingkat kekerasan landasan Bandara Blimbingsari saat ini sekitar 23 PCN.

Jika pembangunan runway selesai, kekerasan bisa meningkat menjadi 27 PCN. Menurut Yogi, kekerasan landasan menjadi yang paling penting.

“Biasanya pihak bandara akan memberikan angka yang rendah untuk dilaporkan. Misalnya, kekerasan yang dilaporkan 21 PCN, kekerasan aslinya kemungkinan 23 PCN. Itu dilakukan semua bandara untuk faktor why-nya, tapi kalau sudah diperiksa, kita bisa katakan data yang asli,” terang Yogi.

Untuk memeriksa kekerasan landasan baru nanti, Yogi telah meminta Balai Teknik Penerbangan untuk melakukan pengecekan PCN dengan mesin heavy weight dellectometer (HWD). Dengan alat itu, angka PCN real landasan akan terlihat.

Sehingga, nanti bisa dipastikan apakah landasan baru itu mampu menahan berat pesawat Boeing yang memiliki daya tampung lebih dari 100 penumpang itu. Yogi menambahkan, hasil yang didapat dari pengujian itu nanti akan dipublikasikan ke pihak airlines.

Tentang keputusan apakah airlines mau menggunakan pesawat sekelas ATR, jet, ataukah Boeing. tergantung pemeriksaan tersebut. “Landasan kita ini mengalami dua kali penambahan, dari 1.400 menjadi 1.800 meter, kemudian menjadi 2.250 meter. Kekerasan landasan lama dan baru berbeda.

Meskipun sudah dilakukan rigid pavement (pengerasan kaku) tetap harus diperiksa. Oleh karena itu, kita periksa dulu menggunakan HWD supaya pasti. Risikonya tini jika kita memaksakan landasan yang tidak sesuai,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pembangunan proyek di Bandara Blimbingsari masih terus berjalan. Perluasan apmn yang difungsikan untuk menampung pesawat dengan ukuran besar masih dilakukan. Runway yang berada di sisi barat juga terlihat masih dikerjakan para pekerja menggunakan alat- alat berat. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: