BMKG: Musim Kemarau Akan Dimulai April Mendatang

0
161

BANYUWANGI- Musim hujan  diperkirakan akan terus berlangsung sampai bulan Maret 2017 mendatang. Saat ini, Banyuwangi berada pada puncak musim  hujan. Penurunan intensitas hujan diperkirakan akan terjadi pada Februari 2017 mendatang.

Hujan diperkirakan akan berhenti pada akhir bulan Maret 2017  mendatang. Yustoto Windiarto,  Prakirawan BMKG stasiun Meteorologi Banyuwangi mengatakan, penurunan curah hujan akan mulai  terjadi di bulan Februari. “Hujan diprediksi akan kembali normal pada akhir Februari dan berhenti pada akhir Maret 2017 mendatang.

Terjadinya hujan pun berubah menjadi sore atau malam hari. Dan secara umum, diperkirakan pada bulan April mendatang,  Banyuwangi memasuki musim  kemarau,” jelasnya. Selain itu, Yutoto mengatakan, arah angin hari ini berembus dari  arah barat daya ke arah barat laut.

Pasang air laut maksimum terjadi  pukul 16.00 dengan jarak 70 cm. Sedangkan surut air laut diperkirakan akan terjadi pada pukul 08.00 dengan jarak 30 cm menjorok ke laut dari bibir pantai. “Tinggi gelombang di selat Bali masih  aman, yakni 0,3-0,8 meter, tinggi  gelombang di Muncar masih 0,5-  2 meter, sedangkan di perairan  selatan Banyuwangi dari 1,3 sampai 2,5 meter,” paparnya.

Karena itu, Yustoto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem  yang bisa muncul kapan saja dan  di mana saja. Cuaca ekstrem ini meliputi angin kencang, badai petir, dan gelombang tinggi. Musibah yang sering terjadi di musim hujan seperti banjir, juga harus menjadi perhatian warga.

”Masyarakat juga disarankan untuk lebih waspada saat berkendara di jalanan. Karena aspalnya licin dan mulai banyak lubang yang dapat menyebabkan kecelakaan,” tuturnya.  Perihal gelombang laut, kata dia, perairan selatan Banyuwangi  merupakan daerah dengan gelombang laut tertinggi.

Dia mengimbau warga pesisir khususnya nelayan di wilayah selatan  Banyuwangi, untuk berhati-hati  saat melaut. “Gelombang laut juga bisa melebihi dari 2,5 meter tingginya. Hal ini karena adanya hembusan angin yang berasal dari  Samudera Hindia yang turut  memicu tingginya gelombang,”  tandasnya. (radar)

Loading...