BMKG: Waspada Angin Kencang dan Petir

0
367
Nelayan Bulusan, Kelurahan Klatak, Kalipuro, membersihkan peralatan untuk menangkap ikan, kemarin.

BANYUWANGI – Awal bulan Oktober sebagian nelayan mulai merasakan dampak dari perubahan cuaca. Pergantian musim kemarau ke musim penghujan dirasa nelayan cukup merugikan karena akan menghambat pekerjaan mereka. Hasil ikan tangkapan pun mulai menyusut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuurangi, beberapa nelayan di wilayah Banyuwangi Utara mulai merasakan dampak tersebut. Hasil ikan tangkapan mereka hanya berupa ikan karang kecil saja, seperti kerapu, kakap, dan kacangan.

“Kalau ikan kecil seperti ini tidak laku dijual, terpaksa dijadikan ikan asin buat dimakan sendiri,” ucap Ansori, 50, nelayan Bulusan Utara.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Banyuwangi memprediksi bulan ini mulai memasuki masa peralihan musim. Pola daerah tekanan udara rendah mulai muncul di belahan bumi selatan sehingga angin dari arah timur mulai tidak stabil.

Selama bulan Oktober 2017 perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang sering disertai kilat petir. Selain itu, akan banyak terjadi angin kencang dengan durasi singkat yang kerap terjadi selama masa peralihan musim.

Di masa peralihan ini juga, nelayan di perairan selatan Pulau Jawa khususnya Banyuwangi, harus mewaspadai gelombang tinggi yang bisa mencapai 2-3 meter. “Potensi angin kencang dan munculnya awan kumulanimbus juga perlu diwaspadai,” ucap Anjar, Prakirawan Cuaca BMKG Banyuwangi. (radar)

Loading...

Rental Mobil Murah di Banyuwangi

Rental Mobil Murah di Banyuwangi

Halo kawan-kawan, Jasa Sewa Mobil atau Rental Mobil Banyuwangi kini sudah semakin pesat perkembangannya lho. Mulai banyak perusahaan/ usaha kecil…
05/29/2018
Banyuwangi

Baca Juga :