Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kepemimpinan Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, langsung terlihat tegas dan visioner meski baru sepuluh hari menjabat. Dalam kegiatan Loka Karya Mini Lintas Sektor (Linsek) Triwulan 1 tahun 2026, yang digelar di Aula Puskesmas Bajulmati, Kamis (5/2/2026), Mahfud tampil sebagai figur penggerak utama dalam menyatukan seluruh elemen lintas sektor untuk fokus pada isu krusial: penanganan stunting.
Di hadapan peserta yang terdiri dari forpimka, KUA, wilkersatdik, pemerintah desa, TP PKK kecamatan dan desa, kader posyandu, serta unsur kesehatan, Mahfud tidak sekadar menyampaikan pesan Bupati Banyuwangi, tetapi mengartikulasikannya menjadi arah kebijakan nyata yang berorientasi pada kerja kolaboratif dan aksi bersama.
“Di Kecamatan Wongsorejo terdapat sekitar 250 anak stunting, dan ini menjadi perhatian serius. Kita bahkan berada di posisi tertinggi. Ini bukan persoalan satu lembaga, bukan tugas Puskesmas saja, bukan tugas kecamatan saja, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh sektor,” tegas Mahfud.
Dengan gaya kepemimpinan yang lugas, Mahfud menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Ia menggarisbawahi pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar dan promotif, khususnya melalui Posyandu, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta pelayanan ibu dan anak sebagai langkah pencegahan sejak dini.
“Pencegahan harus dimulai dari hulu, dari ibu hamil, dari keluarga, dari lingkungan rumah tangga. Jangan menunggu anak sudah stunting, baru kita bergerak,” ujarnya.
Lebih jauh, Mahfud menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang berbasis keteladanan. Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat.
“Kita mulai dari diri kita sendiri. Kantor kecamatan harus bersih, kamar mandi bersih, lingkungan kerja bersih. Ini bukan sekadar simbol, tapi pesan moral dan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa perubahan dimulai dari kita,” pesannya tegas.
Kepemimpinan kolaboratif Camat Mahfud juga terlihat dari dorongannya terhadap sinergi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh unsur: kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
Ketua TP PKK Kecamatan Wongsorejo, Yunita Febriyanti, turut menguatkan arahan tersebut dengan menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak dan kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun di kantor, sebagai bagian dari gerakan bersama menekan angka stunting.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bajulmati, dr. Cincin Hari Purwanti, menjelaskan bahwa kegiatan loka karya mini lintas sektor merupakan agenda rutin tiga bulanan untuk evaluasi dan koordinasi lintas instansi. Ia menyampaikan kesiapan Puskesmas untuk terus berkolaborasi aktif dengan pemerintah kecamatan dan desa.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan evaluasi program kesehatan oleh dr. Cincin serta penyampaian kondisi terkini wilayah layanan Puskesmas Bajulmati di tujuh desa.
Kehadiran dan peran aktif Camat Mahfud dalam forum tersebut menegaskan arah baru kepemimpinan di Kecamatan Wongsorejo: kepemimpinan yang kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada solusi nyata, bukan sekadar seremonial. (Venus Hadi)








