Beranda Sosial Cerita Mistis di Balik Kematian Puluhan Kambing di Licin

Cerita Mistis di Balik Kematian Puluhan Kambing di Licin

0
1985

ceritaBangkai tak Dimakan, Muncul Binatang Mirip Manusia Dua pekan belakang, warga Kecamatan Licin dihebohkan munculnya gerombolan anjing liar pemangsa kambing. Di balik kejadian itu, ada beberapa kejanggalan yang dialami sejumlah warga. Apa saja keanehan itu? JUMLAH kambing yang mati akibat serangan anjing liar itu mencapai puluhan ekor. Ada yang mati seketika saat dimangsa anjing, ada pula yang mati beberapa hari setelah digigit.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di balik serangan anjing liar itu, kini muncul cerita-cerita aneh. Semula, warga percaya 100 persen bahwa kematian kambing tersebut akibat gigitan anjing liar. Sebelumnya, beberapa warga melihat segerombolan anjing liar berkeliaran di sekitar Kecamatan Licin. Namun, karena kambing yang menjadi korban sangat banyak, warga mulai curiga. Beberapa kejanggalan pun muncul, antara lain daging kambing yang mati sama sekali tidak di makan.

Bangkai kambing itu dibiarkan utuh dan ha nya di beberapa bagian tubuhnya terdapat bekas gigitan. Anjing liar itu hanya mengisap darahnya saja, dan dagingnya dibiarkan Padahal, anjing adalah binatang karnivora (pemakan daging). Jadi, seharusnya daging kambing itu dimakan dan tidak dibiarkan be gitu saja. Keanehan lain, kambing yang menjadi korban ditemukan di luar kandang hingga sekitar 100 meter tanpa jejak apa pun.

Loading...

Kalau kambing itu diseret paksa oleh anjing liar, pasti ada sebagian kandang yang rusak. Nyatanya sama sekali tidak ada kandang yang rusak. Selain kejanggalan- kejanggalan itu, beberapa warga juga melihat dengan mata telanjang beberapa binatang aneh. Salah satu warga yang melihat adalah Bu Sai, warga Dusun Kebundadap, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Perempuan 75 tahun itu menceritakan, Selasa malam (24/9) pukul 18.30, kambing peliharaannya di kandang mengembik sekeraskerasnya.

Mendengar jeritan kambing itu, BuSai curiga. Dalam hati dia bertanya, mengapa dari 10 ekor kambing peliharaannya hanya satu yang mengembik keras. “Waktu itu, saya mau menghidupkan api di dapur dan tibatiba satu kambing bersuara keras,” tutur Bu Sai dengan logat Madura. Penasaran dengan kambing yang mengembik keras itu, Bu Sai memutuskan ke luar rumah dan mengajak menantunya, Bu Totok. Pertama kali yang dilakukan Bu Sai ada lah menghitung jumlah kambingnya di kandang.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Loading...

error: Uppss.......!