Cing Wan, Satu-satunya Master Kungfu di Banyuwangi

0
2429

cingLanggar Perintah Guru demi Memasyarakatkan Kungfu  Gunawan Setia Atmaja alias Cing Wan memang sudah berumur 70 tahun. Meski tak muda lagi, warga Jalan Meliwis, Kecamatan Genteng, itu tetap eksis mengembangkan seni bela diri. Ya, dia adalah master seni bela diri kungfu,


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

NAMA Cing Wan memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kecamatan Genteng. Bagi pria yang lahir di Banyuwangi 17 Oktober 1943 itu, ilmu bela diri kungfu seolah sudah mendarah daging. Reputasi dan nama besarnya sebagai guru kungfu memang tidak per lu diragukan lagi. Di usia yang su dah cukup sepuh, bapak empat anak tersebut masih setia bergelut dengan seni bela diri asal Tiongkok tersebut. Rumahnya pun kini dijadikan padepokan kungfu.

Dia ingin menularkan ilmu yang digeluti se jak duduk di bangku sekolah dasar ter sebut. Cing Wan juga mengajar eks trakurikuler kungfu di Sekolah Kristen Aletheia Genteng. Penguasaan Cing Wan atas kungfu di mulai saat dia belajar di Surabaya. Ayahnya yang juga seorang penggiat kungfu memintanya menekuni bela diri tersebut. Selain itu, dia juga mendapat pengarahan kakak sepupunya yang juga ahli kungfu. Ilmu kungfu yang dipelajari Cing Wan berasal perguruan Shaolin di Tiongkok.

Kemampuan Cing Wan dalam mengolah jurus tersebut langsung diabdikan dengan cara melatih tentara di tahun 1967. Selama delapan tahun di barak militer, dia mendedikasikan ilmunya untuk pasukan pembela bangsa ini. Atas dedikasinya itu, dia memperoleh status sebagai anggota kehormatan di militer Lepas dari kamp militer, dia mulai menyalurkan ilmunya kepada masyarakat umum. Cing Wan mulai memperkenalkan dan mengajarkan seni bela diri kungfu se cara luas.

Usahanya itu bukan tanpa risiko. Bahkan, dia terpaksa melanggar larangan gurunya. “Kungfu yang saya miliki sebetulnya tidak boleh diajarkan alias saya tidak boleh punya murid. Tetapi, demi olah raga dan kesehatan, juga agar bela diri ini dikenal luas, perintah guru itu terpaksa saya langgar,” ujarnya. Dalam melatih kungfu, Cing Wan menekankan anak didiknya agar berpedoman ke pada semboyan yin ming so ciok guai. Maksudnya, mata harus jeli, kemudian kaki dan tangan harus bisa bergerak cepat.

Baca :
Jelang Natal & Tahun Baru 2020, PT KAI Daop 9 Pantau Titik-Titik Rawan

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last