sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Peringatan ini disampaikan seiring masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah Indonesia yang diprakirakan berlangsung hingga dasarian kedua Februari 2026.
Peningkatan curah hujan tersebut berpotensi memicu berbagai dampak, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga banjir rob di wilayah pesisir.
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak agar risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.
Baca Juga: KA Gajayana New Generation Resmi Beroperasi, Ini Fitur Mewah yang Ditawarkan
Kondisi Curah Hujan di Jawa Tengah
BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencatat bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan berdasarkan hasil pemantauan hari tanpa hujan (HTH) hingga awal Januari 2026.
Wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan umumnya berada pada kategori sangat pendek, yakni hanya satu hingga lima hari tanpa hujan.
Sementara itu, beberapa titik di Cilacap dan Banyumas masuk kategori pendek dengan enam hingga sepuluh hari tanpa hujan.
Analisis curah hujan dasarian pertama Januari 2026 menunjukkan kondisi curah hujan di Jawa Tengah berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Wilayah bagian timur Jawa Tengah tercatat memiliki curah hujan rendah hingga menengah, sedangkan Jepara, Kudus, dan sebagian besar Demak mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
BMKG juga memprediksi pada dasarian kedua Januari 2026, peluang curah hujan menengah dengan probabilitas di atas 60 persen akan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Meski demikian, beberapa daerah seperti sebagian Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang, dan Grobogan diperkirakan memiliki peluang hujan menengah yang relatif lebih rendah dibanding wilayah lainnya.
Adapun potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan probabilitas lebih dari 60 persen diprakirakan terjadi di seluruh wilayah Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan, serta sebagian Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara.
Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026, meskipun Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah.
Page 2
Page 3
Baca Juga: Beda Kasta Terpampang Jelas! Prediksi Bayeux vs Marseille di Piala Prancis, Mungkinkah Kejutan Terbesar Musim Ini?
Ancaman Banjir Rob di Wilayah Pesisir
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob yang masih mengancam wilayah pesisir, khususnya Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Banjir rob dipengaruhi oleh pasang laut yang masih tergolong tinggi dan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Januari 2026.
BMKG mencatat bahwa selain pasang laut maksimum, peningkatan gelombang laut turut memperbesar peluang terjadinya banjir rob.
Kondisi ini dapat semakin diperparah apabila hujan ringan hingga sedang terjadi bersamaan dengan pasang laut, sehingga luapan air berpotensi meluas akibat pertemuan air darat dan laut.
Memasuki musim angin utara, masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut juga diimbau mewaspadai gelombang tinggi di perairan Bintan yang dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter.
Nelayan diminta lebih berhati-hati demi menjaga keselamatan aktivitas di laut.
Baca Juga: Pemotong Rumput Asal Singojuruh Diduga Hanyut, Pencarian Hari Keempat di Selat Bali Masih Nihil
Peringatan Dini Cuaca Nasional
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini cuaca nasional untuk pertengahan Januari 2026.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang.
Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain keberadaan daerah tekanan rendah di sekitar Australia, pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi, serta potensi sirkulasi siklonik di sejumlah perairan.
Kombinasi faktor ini mendorong pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG membagi peringatan dini ke dalam beberapa level, mulai dari waspada hingga siaga, terutama untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Selain itu, angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.








