Dana Minim, Koni Banyuwangi Putuskan Tak Ikut Porprov 2019

0
571

BANYUWANGI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi memutuskan tidak mengikuti event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019 akibat minimnya alokasi dana hibah dari Pemerintah Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pilihan pahit ini diputuskan dalam rapat bersama antara pengurus KONI dan pengurus cabor di Sekretariat KONI Banyuwangi di Jalan Kalasan, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Senin (7/1/2019).

“Tahun lalu dana yang kita terima sebesar Rp 5,5 miliar. Dan itu, kita bagi untuk anggaran sekretariat, dana pembinaan cabor dan Porkab. Tapi sekarang ini turun Rp 2,75 miliar,” kata Sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin.

Mukayin mengatakan, dari hasil rapat, KONI dan seluruh pengurus cabor memutuskan meniadakan anggaran untuk Porprov. Dana yang ada hanya untuk pembinaan.

“Jadi, dana 2,75 miliar itu dibagi untuk pembinaan saja. Proposal pengajuan yang untuk Porprov dari teman-teman cabor dicoret,” ungkapnya.

KONI, lanjut Mukayin, tidak memaksa cabor untuk ikut Porprov. Itu merupakan keputusan cabor. Karena anggaran yang ada, peruntukannya hanya untuk pembinaan atlet dan cabang olahraga saja.

“Porprov tidak masuk dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ),” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Anggaran, KONI Banyuwangi, Ki Agus Abdul Sakur menyampaikan, September 2018 KONI melakukan presentasi dihadapan Tim Anggaran Kabupaten, menerangkan secara detail progam dan kegiatan KONI.

“Kita sudag terangkan sedetail-detailnya progam-progam KONI dihadapan Tim Anggaran Kabupaten. Dan kita mengajukan proposal itu tidak muluk-muluk, tapi berdasarkan realita. Kita ajukan proposal untuk pembinaan dan Porprov,” ujarnya.

Sakur menambahkan, seharusnya pemerintah juga ikut memikirkan perkembangan dunia olahraga Banyuwangi, mau menyuplai sesuai kebutuhan-kebutuhan di bidang olahraga.

“Nah kalau kita kirim dengan dana 2,75 miliar itu, kita persiapannya apa. Masak kita seperti orang pergi ke kondangan, bawa amplop kemudian diserahkan lalu pulang. Kita ke sana juga perlu persiapan, harus ada pembinaan dan lainnya. Tapi kalau hasilnya begini, ya KONI memutuskan tidak ikut dalam Porprov,” tukasnya.

Sesuai jadwal, Porprov 2019 digeber di empat kota. Yakni Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Pelaksanaannya pada Juni 2019. Untuk menyongsong itu masing – masing cabor telah mempersiapkan diri selama 4 tahun. Sayang kini harapan itu pupus gara-gara ketiadaan anggaran.

Loading...