Delapan Bulan Baru Jadi

0
340

BANYUWANGI – Lambatnya penanganan pengajuan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi menuai sorotan masyarakat. Bahkan, Rofik Susilo Suharto, 33, seorang warga asal Kelurahan/Kecamatan Giri, yang merasa dirugikan atas hal itu, mengancam akan mengirim surat pengaduan kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Kepada wartawan koran ini kemarin (2/12), Rofik mengungkapkan bahwa pengajuan akta kelahiran atas nama Chalifa Asha Laili Ghaniya pada Maret 2012 hingga kini belum diselesaikan pihak Dispendukcapil Banyuwangi. Padahal, permohonan akta kelahiran itu diajukan hanya sebulan pasca kelahiran putri keduanya tersebut. Rofik mengaku, pengajuan akta kelahiran tersebut dia titipkan kepada bidan yang menangani proses kelahiran Chalifa. “Tiga bulan berselang, bidan menanyakan ke Dispendukcapil, ternyata akta kelahiran anak saya belum selesai,” ujarnya .

Nah, karena saat itu Rofik didesak melampirkan data-data keluarga oleh petugas di tempatnya bekerja, yakni di kantor Syahbandar Gilimanuk, Bali, untuk dilaporkan ke pusat, Rofik kembali mendatangi bidan yang menguruskan akta kelahiran putrinya. Bidan itu pun kembali mendatangi Dispendukcapil Banyuwangi. Lagi-lagi belum selesai.

Alasannya, petugas Dispendukcapil mengatakan bahwa nama sang ayah, yaitu Rofik Susilo Suharto, di akta nikah yang dilampirkan hanya tertulis Rofik Susilo S. Nah, untuk meyakinkan petugas Dispendukcapil, Rofik menunjukkan dokumen-dokumen asli, seperti akta nikah asli, kartu keluarga, dan KTP. Dua bulan kemudian, bidan kembali ke kantor Dis pendukcapil. Jawabannya, dokumen pengurusan yang diajukan hilang. Rofik pun harus mengajukan kembali dengan melengkapi persyaratan yang di tentukan disertai surat pernyataan bahwa Rofik Susilo S. adalah dirinya.

Dalam surat pernyataan yang ditanda tangani di atas meterai itu tercantum keterangan; andai di kemudian hari ada orang lain yang mengklaim sebagai Rofik Susilo S, dia bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku. Singkat cerita, Kamis (29/12) Chalifa sakit dan harus menjalani opname di RSUD Blambangan. Lantaran butuh akta kelahiran untuk mengurus Asuransi Kesehatan (As kes), Rofik datang sendiri ke kantor Dispendukcapil Banyuwangi. “Saat itu, petugas Dispendukcapil menjawab, andai berkas pengajuan akta yang saya aju kan ada, sehari dikerjakan pasti jadi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2