Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Demi Anak Tetap Sekolah, Wali Murid Gotong Royong Buka Akses SDN 5 Alasbuluh

demi-anak-tetap-sekolah,-wali-murid-gotong-royong-buka-akses-sdn-5-alasbuluh
Demi Anak Tetap Sekolah, Wali Murid Gotong Royong Buka Akses SDN 5 Alasbuluh

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Buntut polemik pemagaran jaring yang menutup akses masuk ke SDN 5 Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pada Senin (5/1/2026), memaksa pihak sekolah mengambil langkah cepat dan solutif. Demi kelancaran aktivitas belajar mengajar, sekolah membuka kembali akses masuk lama melalui pintu selatan dengan melibatkan wali murid dalam kegiatan kerja bakti.

Kepala SDN 5 Alasbuluh, Susi Anto, mengatakan bahwa pihak sekolah secara resmi mengundang wali murid untuk bergotong royong membersihkan area yang sebelumnya tertutup semak belukar. Langkah ini diambil karena akses tersebut merupakan jalur awal yang sejak dulu digunakan sekolah dan menghadap langsung ke arah selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan komite dan seluruh wali murid yang dengan sukarela ikut kerja bakti. Akses ini memang pintu lama sekolah, dan untuk sementara kami fungsikan kembali agar kegiatan belajar tidak terganggu,” ujar Susi Anto, Selasa (6/1/2026).

Pantauan Jurnalnews di lokasi menunjukkan puluhan orang tua siswa tampak berjibaku membersihkan semak belukar dan taman bunga yang menutupi jalur masuk. Sejumlah ranting dan sisa tanaman dibakar di area sekolah sebagai bagian dari pembersihan lingkungan.

Kegiatan gotong royong tersebut mendapat perhatian khusus dari Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Kakorwilkersatdik) Wongsorejo, Nurhadi Tendean. Didampingi Ketua K3, Sunarwin, ia turun langsung ke SDN 5 Alasbuluh untuk memberikan dukungan moral atas persoalan yang tengah dihadapi pihak sekolah.

“Kami berharap persoalan lahan yang dipagari oleh pemiliknya, sehingga siswa tidak bisa lagi masuk melalui pintu yang biasa digunakan, dapat segera menemukan titik terang,” ungkap Nurhadi.

Ia menambahkan, pembukaan kembali akses lama melalui pintu selatan ini bersifat sementara, sambil menunggu penyelesaian persoalan oleh pihak pemegang kebijakan. Langkah ini diambil agar siswa dan orang tua tidak ikut terbebani konflik yang ada.

“Kami juga sedang berupaya mencarikan solusi jangka panjang, salah satunya dengan rencana pembelian lahan di sebelah barat sekolah agar menjadi aset sekolah dan bisa dimanfaatkan sebagai area bermain anak-anak,” jelasnya.

Dengan adanya kerja bakti dan semangat gotong royong wali murid, aktivitas belajar di SDN 5 Alasbuluh diharapkan tetap berjalan normal, sembari menunggu penyelesaian polemik lahan yang masih bergulir. (Venus Hadi)