Beranda Kesehatan Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Bayi

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Bayi

0
371
DETEKSI DINI:Pasien bayi diperiksa pendengarannya di RS Al Huda.
DETEKSI DINI:Pasien bayi diperiksa  pendengarannya di RS Al Huda.

GAMBIRAN–Rumah Sakit (RS) Al Huda memberikan layanan hearing test for baby (tes pendengaran pada bayi). Pelayanan itu merupakan salah satu usaha untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya gangguan pendengaran pada bayi baru lahir.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Melalui pemeriksaan ABR (Auditory Brainstem Response), gangguan pendengaran pada anak dapat dideteksi lebih awal. Ini mengingat pentingnya peranan fungsi pendengaran dalam proses perkembangan bicara,” terang dr. Suryadinata, kepala Instalasi Rawat Jalan RS Al Huda, kemarin.

Dijelaskan, RS Al Huda telah memiliki fasilitas layanan deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. “Fasilitas ini dapat dikatakan metode terkini dibandingkan dengan alat-alat sebelumnya,” paparnya. Ditambahkan, alat deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi baru lahir itu memiliki fungsi sangat canggih hingga ke tingkat otak. “Karena terdapat beberapa kasus, yang ternyata gangguan pendengarannya bukan hanya berasal dari faktor telinga.

Melainkan berasal dari batang otak, di mana terdapat sel saraf yang mengatur proses pendengaran dan alat ini dapat mendeteksi gangguan pendengaran dari bayi baru lahir sampai anak usia 12 tahun,” jlentrehnya. Menurut Surya, ada banyak faktor penyebab mengapa pendengaran bayi dapat terganggu. Di antaranya, yang paling ringan adalah diakibatkan sisa cairan persalinan yang masih tertinggal dalam lubang telinga.

Loading...

Atau karena si bayi terlalu aktif bergerak. “Kalau hanya gangguan seperti itu, maka dokter akan dengan mudah melakukan pertolongan dengan mengeluarkan sisa cairan atau membantu bayi menjadi lebih tenang,” jelasnya.Meski demikian, lanjut dia, tetap penting untuk mengetahui seawal mungkin sumber penyebab gangguannya. “Apabila masih terdapat sisa cairan yang menggenang dalam rongga telinga bayi yang tidak terdeteksi dan itu berlangsung dalam waktu cukup lama, dikhawatirkan bisa berubah menjadi gangguan pendengaran yang serius,” paparnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!