Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Untag Banyuwangi dan Badan Riset Daerah Tulungagung Kolaborasi Kajian Strategi Integrasi Geosite

TULUNGAGUNG — Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset Daerah Kabupaten Tulungagung dalam pelaksanaan penelitian bertajuk Kajian Strategi Integrasi Geosite Tulungagung untuk Mendukung Pengembangan Kawasan Berkelanjutan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis ilmiah dalam pengelolaan potensi geologi, lingkungan, dan budaya sebagai pilar pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Penelitian ini memfokuskan kajian pada sejumlah objek geosite unggulan di Tulungagung, antara lain Lapisan Berfosil Pantai Sanggar dan Pantai Ngalur, Goa Berfosil Tenggar, Telaga Buret, Komplek Goa Geoarkeologi Wajak, Gunung Api Purba Budeg, Teras Pantai Kedung Tumpang, serta Ketidakselarasan Winong Puncak Jowin. Objek-objek tersebut dinilai memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan ekologis yang strategis untuk dikembangkan dalam kerangka geopark dan eduwisata berbasis keberlanjutan.

Tim peneliti dari Untag Banyuwangi diketuai oleh Mochamad Ardi Setyawan, dengan dukungan tim akademisi lintas disiplin yang dipimpin oleh I Kadek Yudiana. Dalam pelaksanaannya, tim juga menggandeng pakar geopark, Abdillah Baraas dari Ijen Geopark, guna memperkuat perspektif geologi dan tata kelola geopark dalam kajian yang dilakukan.

Ketua tim peneliti, Mochamad Ardi Setyawan, menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya bertujuan mengidentifikasi potensi geosite, tetapi juga merumuskan strategi integrasi geosite ke dalam perencanaan pembangunan wilayah, pendidikan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan. “Geosite tidak boleh dipandang sekadar sebagai objek wisata, tetapi sebagai sumber pengetahuan dan identitas wilayah yang harus dikelola secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, I Kadek Yudiana menambahkan bahwa integrasi geosite dalam pembangunan kawasan harus didasarkan pada pendekatan multidisipliner, melibatkan aspek geologi, sejarah, budaya, pendidikan, dan ekonomi lokal. “Strategi integrasi geosite yang dirancang melalui penelitian ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian sumber daya alam dan budaya,” jelasnya.
Perwakilan Badan Riset Daerah Kabupaten Tulungagung menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa kajian ilmiah semacam ini penting sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan geosite ke dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang.

Melalui kolaborasi ini, Untag Banyuwangi dan Badan Riset Daerah Tulungagung berkomitmen mendorong pengembangan kawasan berbasis potensi geosite yang berorientasi pada keberlanjutan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.(miskawi)