Diikuti 192 Surfer dari 18 Negara

0
206

diikutiBANYUWANGI – Banyuwangi segera menggelar event sport tourism bertajuk ‘Red Island Banyuwangi nternational Surfi ng Competition’ pada 24-26 Mei 2013 mendatang. Kompetisi tingkat internasional itu digelar untuk mengembangkan wisata minat khusus atau special interest tourism di Bumi Blambangan. Bupati Abdullah Azwar Anas menjelaskan dalam pengembangan pariwisata, positioning Banyuwangi memiliki potensi besar pada wisata minat khusus, khususnya eco-tourism dan sport tourism.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Dalam beberapa hal antara eco-tourism dan sport tourism saling beririsan karena kekayaan wisata alam dipadukan dengan wisata olahraga. Para wisatawan akan merasakan extreme sport,” kata Anas. Untuk memastikan kegiatan tersebut, Bupati Anas sudah turun ke lokasi di Pantai Pulau Merah untuk melihat persiapan lomba yang diikuti 192 surfer dari 18 negara itu pekan lalu (7/5).

Selain melihat kondisi akses yang akan dilalui peserta menuju Pulau Merah, Bupati Anas juga ingin memastikan kesiapan akomodasi peserta dan kondisi lokasi pantai Sebagian peserta akan menempati tenda-tenda yang disiapkan panitia selama tiga hari kompetisi berlangsung. Selain tinggal di tenda khusus, peserta juga akan di tampung di rumah-rumah warga sekitar. “Kami ingin me mastikan kesiapan lokasi untuk pendirian tenda, dan apakah warga siap melayani para surfer,” terangnya.

Untuk memperkenalkan ajang kompetisi internasional tersebut, Bupati Anas juga su dah menggelar press conference di Hotel Grand Istana Rama, Kuta, Bali, pekan lalu (6/5). Acara ter sebut dihadiri Presiden Indo nesia Surfing Association (INSA) Jro Suparta Karang, serta anggota komunitas surfing lokal dan mancanegara. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menjelaskan latar belakang diselenggarakannya kompetisi.

Salah satu tujuannya, untuk mengangkat pamor Pulau Merah Banyuwangi sebagai destinasi wisata internasional baru Banyuwangi, selain Triangle of Diamond. “Pantai Pulau Merah akan dikampanyekan sebagai titik surfing yang baru bagi para peselancar. Sebelumnya, para peselancar lebih banyak mengenal Pantai Plengkung (G-Land) sebagai tempat berselancar di Banyuwangi,” kata Anas. Kabag Humas dan Protokol Pemkab, Djuang Pribadi menambahkan, sebanyak 28 peselancar asing dari 18 negara yang akan berpartisipasi.

Mereka berasal dari Australia, Amerika, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, dan Jerman. Selain itu juga ada surfer Italia, Swedia, Brazil, Portugal, Pran cis, Austria, Belanda, Afrika Selatan, Puerto Rico, Spanyol, dan Jepang. Adapun di tingkat lokal dan nasional tercatat 100 peserta yang sudah mendaftarkan diri. Di targetkan setiap kategori, jumlah peserta mencapai 64 orang. Total ada 192 peserta yang ikut dalam kompetisi itu. (radar)

Loading...