Dikenal Tekun Bekerja Membantu Orang Tua

0
457
Loading...

Apalagi, dua orang yang mengajaknya pergi menyetrum ikan itu kini menghilang. ‘’Sampai sekarang bapak-anak (yang mengajak Imam, Red) itu belum ketemu. Gak tahu mereka di mana,” jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan itu. Karena itu, Supaidi menduga kematian keponakannya itu ada kaitannya dengan SY,40, dan SM, 17. Alasan itu menguat karena saat dirinya akan ke Jember, kedua pria yang masih satu dusun itu buruburu pergi dari rumah. ‘

Sebenarnya apa keponakan saya ini salah. Kok harus meninggal dengan cara seperti ini,” ujarnya de ngan nada tinggi. Supaidi mengakui, keponakannya tersebut memang tidak pandai di bidang pen didikan. Dia menyebut, Imam Sujono se harusnya sudah duduk di bangku pen didikan yang lebih tinggi, yakni SMP. ‘’Sudah dua kali keponakan saya itu tidak naik kelas,” ungkapnya. Kakak korban, Buwari menceritakan, bebe rapa hari terakhir dirinya sering mimpi ber temu adiknya.

Dalam mimpi itu, Imam Su jono melambaikan tangan. Lambat laun lambaian tangan Imam menghilang di tengah kegelapan. ‘’Saya beberapa kali mimpi dia. Perasaan saya tidak tenang,” kenangnya. Firasat tak baik itu ternyata berbuah kenyataan. Setelah dikabari Imam Sujono tak kunjung pulang, dia langsung mengajak istri dan anak semata wayangnya pulang ke rumah. ‘’Saya dan keluarga yang bekerja di Bali langsung pulang,” terangnya. Tidak banyak kata yang terucap dari Jumaiyah, 40, ibu korban.

Hanya saja, perempuan berkerudung tersebut menyampaikan beberapa kalimat yang disampaikan putranya itu kepada dirinya sebelum menghilang dari rumah. ‘’Kira-kira dua minggu lalu, anak saya bilang begini, kalau mencari ikan harus berani mati,” jelasnya. Waktu itu, ibu korban mengabaikan omongan tersebut. Sebab, hal itu dianggap se suatu yang tidak perlu ditanggapi serius. ‘’Waktu bilang gitu, saya hanya diam. Namanya juga anak-anak,” tuturnya sambil menahan air mata.

Bibi korban, Randana, 45, beberapa hari terakhir mengaku sering terbayang-bayang sosok keponakannya. Bukan dalam mimpi melainkan dalam aktivitas sehari-hari. ‘’Waktu saya masak, tiba-tiba ada bayangan Imam di depan saya. Waktu mau mandi juga sama seperti itu,” ungkap istri Supaidi itu. Kini, keluarga korban sangat menantikan upaya polisi mengungkap kematian bocah malang itu. Sebab, sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa motif pelaku membunuh dan membuang korban di kawasan Gunung Gumitir, Kecamatan Sempolan, Jember, dalam kondisi terbungkus karung bekas beras itu.  (radar)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last