Dikirim ke Bali, Satu Pikap Janur Laku Rp 40 Juta

0
4432
Sejumlah lelaki mengikat janur di Desa Segobang, Kecamatan Licin, kemarin (24-8).

SEKELOMPOK lelaki tampak asyik melecutkan janur di depan rumahnya. Mereka asyik berbincang di depan rumah, dengan setumpuk janur di sampingnya. Para lelaki itu tak menghiraukan siapa pun yang datang.

Bahkan saat ada tamu, mereka malah lebih asyik mengobrol di depan rumah. Dengan berbincang santai, dua lelaki itu terus tetap bekerja. Kedua tangan mereka begitu lihai memegang janur yang baru diambil.

Tangan kanannya memegang kuat janur, sedangkan tangan kiri memegang tali. Setelah janur yang dihitung dirasa cukup, maka diikat kencang menggunakan janur yang tidak dipakai.

Bukan hanya itu, tumpukan janur tersebut juga diikat menggunakan tali rafia. Janur yang sudah diikat kemudian dipisahkan. Sebelumnya, sejumlah petani kelapa di kampung tersebut memanen buah kelapa dan mengambil janurnya.

Petani itu menyetorkan janur kepada pengepul. Selanjutnya, pengepul kemudian menyetorkan kepada juragan janur yang berbisnis mengirim ke Bali. Selama ini, permintaan janur di Bali sangat tinggi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Bupati Banyuwangi Ajak Kepala Sekolah dan Guru Mendidik dengan Koneksi Batin