Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Dinamai Tol Jagat Kerthi: Tol Gilimanuk–Mengwi Segera Ditender 2026, Gubernur Bali Tegaskan Proyek Mulai Bergerak

dinamai-tol-jagat-kerthi:-tol-gilimanuk–mengwi-segera-ditender-2026,-gubernur-bali-tegaskan-proyek-mulai-bergerak
Dinamai Tol Jagat Kerthi: Tol Gilimanuk–Mengwi Segera Ditender 2026, Gubernur Bali Tegaskan Proyek Mulai Bergerak

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Penantian panjang masyarakat Bali terkait pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi mulai menunjukkan titik terang.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa megaproyek strategis nasional tersebut akan memasuki fase krusial pada tahun ini, ditandai dengan dimulainya proses tender di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Tahun ini proses tender di Kementerian Pekerjaan Umum,” tegas Koster saat ditemui di sela kegiatan ground breaking proyek Shortcut 9–10 ruas Singaraja–Mengwitani, Buleleng.

Pernyataan orang nomor satu di Bali itu sontak menjadi angin segar, terutama bagi warga di Kabupaten Jembrana dan Tabanan.

Selama bertahun-tahun, masyarakat—khususnya pemilik lahan—hidup dalam ketidakpastian akibat status Penetapan Lokasi (Penlok) yang membatasi pemanfaatan tanah mereka.

Dengan kepastian proses tender tahun ini, harapan agar proyek segera direalisasikan kembali menguat.

Terlebih, Tol Gilimanuk–Mengwi digadang-gadang menjadi solusi utama untuk mengurai kemacetan kronis jalur Denpasar–Gilimanuk sekaligus mempercepat konektivitas Bali bagian barat dengan wilayah tengah dan selatan.

Skema Baru, Proyek Dibagi Per Segmen

Untuk meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah kini menerapkan skema pembangunan baru dengan membagi proyek tol menjadi beberapa segmen. Strategi ini dinilai lebih realistis dan marketable bagi investor.

Segmen prioritas adalah ruas Pekutatan–Soka–Mengwi sepanjang 42,1 kilometer. Ruas ini memiliki potensi lalu lintas tinggi dan diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas ekonomi Bali bagian barat hingga tengah.

Segmen tersebut direncanakan masuk tahap lelang pada kuartal IV tahun 2026 dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp11,04 triliun.

Pemerintah berharap skema ini mampu menarik minat badan usaha jalan tol (BUJT) untuk terlibat dalam proyek jangka panjang.

Sementara itu, ruas Gilimanuk–Pekutatan yang dinilai kurang menarik secara komersial tetap dipandang sangat vital dari sisi konektivitas wilayah Bali Barat.

Oleh karena itu, pemerintah berencana menopang pembangunan ruas ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Model kerja sama yang dipilih adalah Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi hingga 50 tahun.


Page 2

Dinamai Tol Jagat Kerthi: Tol Gilimanuk–Mengwi Segera Ditender 2026, Gubernur Bali Tegaskan Proyek Mulai Bergerak

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:53 WIB


Page 3

Skema ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat serius mendorong realisasi Tol Gilimanuk–Mengwi agar benar-benar terwujud, bukan sekadar wacana.

Berpacu dengan Waktu Penlok

Meski angin segar mulai berembus, tantangan besar masih membayangi. Waktu menjadi faktor krusial.

Masa berlaku Penetapan Lokasi (Penlok) di 64 desa di Kabupaten Tabanan dan 33 desa di Kabupaten Jembrana akan berakhir pada 7 Maret 2026.

Jika hingga tenggat waktu tersebut studi kelayakan dan desain proyek belum tuntas, maka risiko mengulang proses dari awal tidak bisa dihindari.

Mulai dari penyusunan Amdal, sosialisasi ulang ke masyarakat, hingga pembebasan lahan, semuanya berpotensi kembali ke titik nol.

“Kepastian tender tahun ini sangat menentukan keberlanjutan proyek,” ujar Koster, menegaskan pentingnya percepatan administrasi dan koordinasi lintas kementerian.

Bukan Sekadar Jalan Tol

Tol Gilimanuk–Mengwi tidak hanya dirancang sebagai infrastruktur transportasi semata.

Proyek yang juga dikenal dengan nama Tol Jagat Kerthi ini disiapkan terintegrasi dengan sejumlah kawasan strategis, seperti KBS Park di Pekutatan dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian Bali Barat.

Mulai dari penguatan sektor logistik, pariwisata, hingga industri perikanan dan UMKM lokal.

Dengan konektivitas yang lebih baik, wilayah Bali Barat yang selama ini relatif tertinggal diharapkan bisa tumbuh lebih cepat dan merata.

Target Operasi Bertahap Mulai 2029

Berdasarkan linimasa yang disiapkan pemerintah, proses tender ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Pembangunan fisik diproyeksikan dimulai pada 2028, dengan pengoperasian tol secara bertahap pada 2029. Penyelesaian penuh seluruh ruas ditargetkan tercapai pada 2033.

Tol Gilimanuk–Mengwi diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan, mengurai kemacetan jalur nasional, serta meningkatkan efisiensi mobilitas barang dan orang di Pulau Dewata.

Kini, publik Bali menanti pembuktian. Apakah janji percepatan ini akan benar-benar bermuara pada realisasi, atau kembali menjadi wacana yang tertunda.