Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kisah Andi Arung Kabur dari Kamboja, Korban TPPO Dipaksa Kerja Judi Online Akhirnya Pulang ke Selayar

kisah-andi-arung-kabur-dari-kamboja,-korban-tppo-dipaksa-kerja-judi-online-akhirnya-pulang-ke-selayar
Kisah Andi Arung Kabur dari Kamboja, Korban TPPO Dipaksa Kerja Judi Online Akhirnya Pulang ke Selayar

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepulangan seorang pemuda asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Arung (18), menjadi momen haru sekaligus peringatan bagi masyarakat tentang bahaya perdagangan orang yang kerap berawal dari tawaran pekerjaan melalui media sosial.

Warga Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate itu akhirnya berhasil kembali ke tanah air setelah sempat menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

Setibanya di kampung halaman, Andi Arung diterima langsung oleh Natsir Ali, Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Sabtu (7/1/2026).

Momen tersebut berlangsung penuh haru setelah perjuangan panjang yang dilaluinya untuk bisa kembali ke Indonesia.

Dipulangkan Berkat Koordinasi Pemerintah dan KBRI

Kepulangan Andi Arung tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja.

Melalui komunikasi intensif dan pendampingan yang dilakukan oleh pihak KBRI, proses perlindungan hingga pemulangan pemuda tersebut akhirnya dapat berjalan dengan lancar.

Setelah berada di bawah perlindungan KBRI, Andi Arung diproses untuk kembali ke Indonesia hingga akhirnya tiba di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Selayar, Andi Arung yang didampingi Camat Takabonerate menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama berada di Kamboja.

Tergiur Tawaran Kerja dari Media Sosial

Peristiwa yang dialami Andi Arung bermula pada pertengahan November 2025. Saat itu, ia berkenalan dengan seseorang melalui media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi.

Tanpa menyadari risiko di balik tawaran tersebut, ia kemudian memutuskan berangkat dari Makassar dengan harapan mendapatkan pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarganya.

Awalnya, ia mengira akan bekerja di wilayah industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Namun perjalanan yang ditempuh justru membawanya ke luar negeri melalui beberapa negara transit hingga akhirnya tiba di Kamboja.

“Saya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi melalui media sosial. Dengan harapan bisa membantu ekonomi keluarga, saya berangkat dari Makassar. Tapi perjalanan itu justru membawa saya sampai ke Kamboja,” ungkap Andi Arung.

Dipaksa Bekerja sebagai Operator Judi Online

Sesampainya di Kamboja, kenyataan pahit langsung dihadapi oleh Andi Arung. Paspor miliknya diambil oleh pihak yang mempekerjakannya.

Sumber: kepulauanselayarkab.go.id


Page 2


Page 3

Ia kemudian dipaksa bekerja sebagai operator judi online dengan menggunakan laptop. Jam kerja yang harus dijalani sangat panjang, mulai pagi hingga larut malam.

Selain tekanan kerja yang tinggi, Andi Arung juga mengaku sering mendapat perlakuan kasar jika tidak mampu memenuhi target yang ditentukan.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa hukuman fisik seperti disetrum kerap diberikan oleh pihak perusahaan.

Kondisi tersebut membuatnya hidup dalam tekanan selama bekerja di sana.

Dalam kondisi tertekan, Andi Arung akhirnya menemukan kesempatan untuk melarikan diri.

Setelah berhasil keluar dari tempat kerja tersebut, ia langsung menuju kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja untuk meminta perlindungan.

Di sana, ia kemudian mendapatkan pendampingan hingga proses pemulangan ke Indonesia dapat dilakukan.

Keberhasilan Andi Arung kabur dan mencari perlindungan ke KBRI menjadi titik balik yang menyelamatkan dirinya dari situasi eksploitasi yang dialami.

Ijazah Ditahan, Bupati Perintahkan Penggantian

Dalam pertemuan bersama Bupati Selayar, Andi Arung juga mengungkapkan bahwa ijazah miliknya masih ditahan oleh pihak yang mempekerjakannya di Kamboja.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Natsir Ali langsung meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membantu mengurus penggantian ijazah tersebut.

Langkah itu diambil agar Andi Arung tetap memiliki dokumen pendidikan yang sah untuk melanjutkan masa depannya.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa pengalaman pahit yang dialami pemuda tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja secara legal.

Imbauan Bupati agar Warga Waspada Tawaran Kerja

Kasus yang menimpa Andi Arung menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Bupati Selayar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas asal-usulnya.

Terutama tawaran kerja yang disampaikan melalui media sosial dengan janji gaji besar tanpa prosedur resmi.

Sumber: kepulauanselayarkab.go.id