Diproyeksikan Naik Rp 1,803 T

0
364
SALAMAN: Bupati Anas menyerahkan dokumen RAPBD kepada ketua DPRD Hermanto.
SALAMAN: Bupati Anas menyerahkan dokumen RAPBD kepada ketua DPRD Hermanto.

BANYUWANGI – Pendapatan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2013, diproyeksi naik menjadi Rp 1,678 triliun dari APBD 2012 sebesar Rp 1,671 Triliun. Anggaran belanja diproyeksi naik Rp 1,803 Triliun dari Rp 1,181 Triliun.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rencana kenaikan pendapatan dan belanja daerah itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas pada rapat paripurna DPRD kemarin (7/11). DPRD menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato nota pengantar penyampaian rancangan kebijakan umum (RKUA) dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementera (RPPAS) RAPBD 2013.

Loading...

Pada kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2013  diproyeksi naik menjadi Rp 161 miliar. Tahun 2012 penerimaan PAD hanya sekitar Rp 132 miliar lebih. Peningkatan proyeksi penerimaan PAD itu didongkrak melalui peningkatan penerimaan pajak daerah sebesar Rp 54,6 miliar dari sebelumnya Rp 37,242 miliar.

Penerimaan retribusi ditarget naik menjadi Rp 24,170 miliar dari sebelumnya hanya Rp 22,103 miliar. Selain penerimaan PAD, Bupati Anas juga menyampaikan proyeksi penerimaan dana perimbangan. Pada RAPBD 2013 mendatang dana perimbangan juga diproyeksikan naik menjadi Rp 1,222 triliun dari Rp 1,186 triliun. Dana alokasi umum (DAU) diproyeksi naik menjadi Rp 1,154 triliun dari Rp 1,030 Triliun.

Informasi dari Kementerian Keuangan, total pagu anggaran DAK sebesar Rp 76,997 miliar,” ungkap Bupati Anas. Meski anggaran belanja diporyeksikan naik, namun belanja tidak langsung diproyeksi turun jadi Rp 1,178 triliun dari tahun 2012 sebesar Rp 1,181 triliun. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 1,087 triliun dan belanja tidak langsung non belanja pegawai Rp 91,867 miliar.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2